Bisnis / Makro
Kamis, 05 Mei 2016 | 12:14 WIB
Wapres Jusuf Kalla bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy, didampingi Lukman Hakim Saifuddin dan Suharso Monoarfa, usai penutupan Muktamar VIII PPP di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (10/4). [Antara/M Agung Rajasa]

Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini membuka acara Indonesia Invesment Week 2016 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia.

Dalam Sambutannya, JK menyalahkan Pemerintah Daerah terkait pertumbuhan ekonomi yang hanya tumbuh 4,92 persen. Padalah, dalam APBN 2016 pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di level 5,2 hingga 5,6 persen.

Hal ini lantaran, dana transfer ke daerah tahun ini saja sudah mengalami kenaikan 350 persen dibandingkan 10 tahun lalu. Namun, pertumbuhan ekonomi terutama di daerah tidak bisa sebesar dengan dana yang di transfer ke daerah.

"Banyak alasannya, inflasi, utang dibayar, dan ongkos pemerintahan yang tinggi. Tapi dana yang ditransfer ke daerah naik 350 persen. Tapi pertumbuhan tak mencapai sebesar itu. Anggaran pembangunan juga naik empat kali lipat tetapi pertumbuhannya juga nggak sebesar itu," kata JK di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2016).

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada daerah untuk lebih efisien dalam mengeluarkan anggaran yang tidak mendesak. Sehingga, pertumbuhan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

"Oke, saya minta daerah efisien dalam pemerintahan, maka pertumbuhan kesejahteraan akan naik. Oke, suatu pertumbuhan daerah bukan dilihat dari kantor bupait dan kota, mobil dipakai, tetapi ditandai dengan kurangnya kemiskinan, kurangnya pengangguran dan naiknya penghasilan masyarakat," tegas JK. 

Load More