Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini membuka acara Indonesia Invesment Week 2016 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia.
Dalam Sambutannya, JK menyalahkan Pemerintah Daerah terkait pertumbuhan ekonomi yang hanya tumbuh 4,92 persen. Padalah, dalam APBN 2016 pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di level 5,2 hingga 5,6 persen.
Hal ini lantaran, dana transfer ke daerah tahun ini saja sudah mengalami kenaikan 350 persen dibandingkan 10 tahun lalu. Namun, pertumbuhan ekonomi terutama di daerah tidak bisa sebesar dengan dana yang di transfer ke daerah.
"Banyak alasannya, inflasi, utang dibayar, dan ongkos pemerintahan yang tinggi. Tapi dana yang ditransfer ke daerah naik 350 persen. Tapi pertumbuhan tak mencapai sebesar itu. Anggaran pembangunan juga naik empat kali lipat tetapi pertumbuhannya juga nggak sebesar itu," kata JK di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2016).
Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada daerah untuk lebih efisien dalam mengeluarkan anggaran yang tidak mendesak. Sehingga, pertumbuhan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.
"Oke, saya minta daerah efisien dalam pemerintahan, maka pertumbuhan kesejahteraan akan naik. Oke, suatu pertumbuhan daerah bukan dilihat dari kantor bupait dan kota, mobil dipakai, tetapi ditandai dengan kurangnya kemiskinan, kurangnya pengangguran dan naiknya penghasilan masyarakat," tegas JK.
Tag
Berita Terkait
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional
-
Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Sentil Pejabat Daerah, Prabowo: Saya Presiden Pakai Mobil Rp1 Miliar, Gubernur Beli Rp8 Miliar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
-
Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China
-
Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya