Suara.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil mengharapkan tender atas proyek-proyek tahun ini dapat lebih cepat lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Tahun ini walaupun bulan Januari sudah mulai tender dan lain-lain, belum terlalu besar. Oleh sebab itu di kuartal II (dua) tender-tender kita harapkan lebih cepat lagi," ujar Sofyan saat ditemui di Kantor Pusat Bappenas, Jakarta, Selasa (10/5/2016).
Sofyan menuturkan, pemerintah memang telah mengeluarkan paket- paket deregulasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi dalam negeri namun dampak dari kebijakan tersebut tidak semuanya bisa dirasakan langsung dalam waktu singkat.
"Itu responsnya kan kelihatan seperti kemudahan berbisnis, kemudahan izin-izin, kemudian ada 12 paket deregulasi itu nanti akan kita lihat dari meningkatnya investasi swasta baik dalam negeri maupun investasi asing. Tapi itu tentu tidak bisa kelihatan pada kuartal pertama," katanya.
Menurut Sofyan, paket-paket deregulasi dikeluarkan untuk menyelesaikan masalah-masalah struktural dan hasilnya baru dapat dirasakan dalam jangka menengah dan jangka panjang.
Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2016 sendiri mencapai 4,92 persen (yoy) di mana pengeluaran belanja pemerintah yang mendukung realisasi investasi menjadi salah satu faktor pendorong.
Penyerapan belanja modal yang tinggi pada triwulan I-2016 memberikan kontribusi terhadap komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 5,57 persen pada periode ini.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi triwulan I juga didukung oleh konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) yang tumbuh 6,38 persen dan realisasi konsumsi pemerintah yang tumbuh 2,93 persen.
Namun, pengeluaran konsumsi rumah tangga sedikit melambat atau hanya tumbuh 4,94 persen yang terjadi di seluruh kelompok lapangan usaha, kecuali transportasi dan komunikasi serta restoran dan hotel.
Dengan pertumbuhan ekonomi Triwulan I yang hanya mencapai 4,92 persen tersebut, lanjut Sofyan, maka pada triwulan-triwulan berikutnya pertumbuhan ekonomi harus mencapai setidaknya 5,3 persen atau lebih tinggi lagi.
"Tentu kita target di tahun 2016 ini 5,3 persen paling sedikit. Target itu yang harus kita capai tapi tentu target itu sepanjang tahun. Kalau kuartal I kurang dari 5 persen, kuartal II harus lebih baik lagi dan II dan IV nanti," ujar Sofyan. (Antara)
Berita Terkait
-
Bappenas Siapkan Rp56,3 Triliun untuk Bangun Kembali Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera
-
Purbaya Kritik Bappenas soal Anggaran Banjir Sumatra: Diketok Sedikit Biar Kerja Lebih Cepat
-
Garap Hilirisasi Susu Nasional, Perkebunan Kandangan Gandeng Bappenas Siapkan Model Terpadu
-
Bappenas Luncurkan RAPPP 20252029, Babak Baru Percepatan Pembangunan Papua
-
Bioekonomi Jadi Strategi Kunci Transformasi RI 2045, Apa Itu?
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
IHSG Masih Diramal Bakal Tertekan, Cek Saham Hari Ini yang Cuan
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun