Suara.com - Saham-saham di Wall Street jatuh untuk hari keempat berturut-turut pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena meningkatnya kekhawatiran atas pilihan Brexit oleh warga Inggris pada pekan depan memukul saham bank-bank besar.
Saham American Express kehilangan 4,1 persen dan Citigroup jatuh 2,8 persen, karena sektor perbankan berada di bawah tekanan dari suku bunga rendah.
Sebelumnya imbal hasil pada salah satu obligasi negara paling aman di Eropa, Obligasi 10-tahun Jerman, turun di bawah nol untuk pertama kalinya, mencerminkan kekhawatiran yang luas atas perekonomian global dan kemungkinan referendum Inggris menentang keanggotaannya di Uni Eropa pada 23 Juni.
"Itu benar-benar sebuah pelarian untuk keselamatan menjelang apa yang bisa menjadi peristiwa destabilisasi jika orang-orang (Inggris) memilih meninggalkan Uni Eropa," kata Art Hogan dari Wunderlich Securities.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 57,66 poin (0,33 persen) menjadi 17.674,82.
Indeks berbasis luas S&P 500 turun 3,74 poin (0,18 persen) menjadi ditutup pada 2.075,32, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 4,89 poin (0,10 persen) menjadi 4.843,55.
Perdagangan tetap berhati-hati menjelang prospek kebijakan baru dari Federal Reserve pada Rabu. Dengan Fed tidak memperkirakan untuk meningkatkan suku bunganya, masalah utamanya adalah bagaimana pernyataan "dovish" mereka di tengah kekhawatiran atas data ketenagakerjaan lesu dan inflasi yang lemah.
Saham-saham teknologi didukung oleh lonjakan 5,6 persen Twitter, karena kesepakatan Microsoft untuk membeli LinkedIn meningkatkan spekulasi bahwa layanan micro-blogging juga bisa menjadi target pengambilalihan.
Pasar online Tiongkok Alibaba naik 3,1 persen setelah memperkirakan lonjakan pendapatan 48 persen pada tahun ini, demikian AFP melaporkan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar