Di tahun 2015, PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria) berhasil mempertahankan kinerja operasionalnya, baik terkait dengan kinerja produk simpanan, pinjaman maupun layanan.
Berbicara usai Rapat Umum Pemegang Saham tahunan (RUPST), Presiden Direktur Bank Victoria Daniel Budirahayu menjelaskan bahwa walaupun kondisi sektor perbankan belum membaik di tahun 2015, Bank Victoria senantiasa terus berusaha melakukan transformasi di setiap kegiatan operasional maupun kegiatan bisnis. "Gunanya untuk memberikan layanan yang tepat dan terbaik bagi nasabah kami,” kata Daniel di Jakarta, Jumat (26/6/2016).
Di tengah situasi perekonomian dalam negeri yang kurang kondusif, Bank Victoria tetap berhasil mempertahankan kinerja keuangannya dengan membukukan peningkatan Total Aset sebesar 8,83 persen dari Rp.21,36 triliun di tahun 2014 menjadi Rp.23,25 triliun, peningkatan pinjaman sebesar 5,34 persen dari Rp.12,43 triliun di tahun 2014 menjadi Rp.13,09 triliun, dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 6,15 persen dari Rp.16,18 triliun di tahun 2014 menjadi Rp.17,17 triliun.
"Walaupun terdapat penurunan laba tahun berjalan Bank sebesar 11 persen dari Rp 105 milyar di tahun 2014, menjadi Rp 94 miliar di tahun 2015 akibat peningkatan Non Performing Loan (NPL)," ujar Daniel.
NPL Bank meningkat dari 3,52 persen di tahun 2014 menjadi 4,48 persen di tahun 2015 dan untuk mengantisipasi dampak lanjutan, Bank Victoria telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dari Rp 150,7 milyar menjadi Rp 208,7 milyar. Peningkatan NPL juga berdampak pada rasio Bank, antara lain rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE).
Namun dari sisi permodalan, Bank Victoria masih memiliki struktur yang kuat untuk mendukung strategi pengembangan ekspansi usaha saat ini dan mempertahankan kelangsungan pengembangan di masa mendatang, yang tercermin dari rasio KPMM sebesar 19,30 persen.
Sedangkan, rencana pengembangan Bank di tahun 2016 antara lain meliputi pembukaan cabang Manado dan Bali (semester dua) serta peluncuran internet dan mobile banking (semester pertama) yang seiring dengan strategi Bank ke depannya, yaitu menuju era financial technology melalui pengembangan infrastruktur dan operasional digital banking. "Ini baru saja kita luncurkan, kurang lebih dua minggu yang lalu," tambah Daniel.
Dari sisi non keuangan, Bank Victoria juga berhasil mempertahankan saham Bank Victoria (BVIC.JK atau BVIC:IJ) sebagai salah satu bank dalam perhitungan Indeks Infobank15 dan bertahan dengan corporate rating idA- berdasarkan pemeringkat PEFINDO.
Dari sisi penghargaan, Bank Victoria berhasil merebut prestasi sebagai pemenang pertama di ajang Annual Report Awards 2014 untuk kategori Private Listed Keuangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?
-
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun
-
Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata
-
Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham
-
Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia
-
IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I
-
Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen
-
Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis
-
Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama