Target program 100-0-100 yang diprakarsai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat didorong masuk dalam pembahasan Konferensi PBB tentang Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan III atau Habitat III yang digelar di Quito, Ekuador, 17-20 Oktober.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (19/7/2016), mengatakan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan persiapan (Preparatory Meeting/PrepCom3) untuk Habitat III punya kesempatan mendorong target 100-0-100 masuk menjadi agenda baru perkotaan dunia.
"Indonesia punya agenda pembangunan perkotaan 100-0-100 dan kita punya kepentingan untuk bisa memasukan program tersebut dalam draf PrepCom3 yang nantinya dibahas dalam Habitat III," katanya.
Basuki menuturkan, program 100-0-100 yaitu 100 persen sanitasi layak, 0 persen permukiman kumuh dan 100 persen air minum layak pada 2019 merupakan program yang digulirkan pemerintah untuk memberi solusi masalah perkotaan yang kebanyakan susah mengakses air bersih, sanitasi tidak layak dan permukiman kumuh.
Indonesia sebagai negara berpenduduk keempat terbanyak dunia dinilai memiliki banyak tantangan karena sekitar 53,3 persen penduduknya tinggal di perkotaan.
Selain itu, sebagai negara kepulauan, Indonesia juga dinilai memiliki tantangan tersendiri terkait pembangunan infrastruktur dan penyediaan kebutuhan masyarakat.
"Isu-isu perkotaan di Indonesia ini akan menjadi agenda yang disuarakan pada kesepatan agenda baru perkotaan termasuk juga target 100-0-100 agar mempermudah komunikasi internasional nantinya," katanya.
Meski program tersebut didorong untuk masuk bahasan internasional, hingga saat ini, pencapaian target 100-0-100 di dalam negeri masih belum signifikan. Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Andreas Suhono mengatakan hingga saat ini capaian target naik dua persen per tahunnya.
"Untuk 2016 juga ada peningkatan sekitar dua persen di mana air minum layak mencapai 72 persen, permukiman kumuh berkurang 1,5 persen dan sanitasi layak baru mencapai 60 persen," katanya. Konferensi PPB tentang Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan yang dikenal sebagai Habitat merupakan ajang pertemuan 20 tahun sekali yang digelar sejak 1976 di Vancouver, Kanada. Konferensi kedua pada 1996, Habitat II digelar di Istanbul, Turki. Ada pun Habitat III yang akan digelar di Quito, Ekuador, Oktober mendatang diawali dengan PrepCom1 di New York, AS (17-18 September 2014), dan PrepCom2 di Nairobi, Kenya (14-16 April 2015) dan PrepCom3 di Surabaya, Indonesia (25-27 Juli 2016). Perhelatan itu merupakan agenda internasional yang fokus pada isu pembangunan perkotaan dan permukiman berkelanjutan yang nantinya akan dapat diterapkan di seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal