- Pemerintah masih memantau dampak konflik Iran-AS-Israel terhadap kebijakan dan harga BBM dalam negeri.
- Keputusan terkait harga BBM dan LPG bersubsidi bergantung pada eskalasi serta durasi perang yang terjadi.
- Menko Perekonomian memastikan stok BBM saat ini tetap aman meskipun ketegangan geopolitik global meningkat.
Suara.com - Pemerintah belum bisa memastikan dampak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) maupun kebijakan energi dalam negeri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah masih memantau perkembangan situasi perang yang baru berlangsung beberapa hari terakhir.
Saat ditanya mengenai potensi kenaikan harga BBM dan LPG subsidi, Airlangga menegaskan keputusan akan sangat bergantung pada eskalasi konflik.
“Ya kita lihat berapa jauh perangnya dan berapa harga BBM,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan langkah antisipasi pemerintah tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa karena durasi dan skala perang belum dapat dipastikan.
“Antisipasi kan tergantung dari situasi perang. Ini perang seperti Ukraina yang lama atau perang yang singkat,” katanya.
Meski ketegangan global meningkat, Airlangga memastikan stok BBM sejauh ini tetap dalam keadaan aman.
“(stok) kita tetap aman. Ya,” ucapnya.
Namun demikian, pemerintah belum mengambil keputusan terkait penyesuaian harga energi bersubsidi.
Baca Juga: Tak Boleh Dicicil, Pemerintah Perkirakan THR Perusahaan Swasta Tembus Rp124 Triliun
“Ya kita monitor dulu. Ya, kita monitor,” ujarnya lagi.
Selain itu, Airlangga juga menyinggung adanya kerja sama yang telah dijalin oleh Pertamina dengan sejumlah perusahaan di tengah kekhawatiran situasi geopolitik.
“Kan sudah ada MoU Pertamina dengan beberapa perusahaan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Seskab Teddy Ngambek ke Menteri Rosan Gegara Cuma Jadi 'Pajangan' saat Konpres Perjanjian Dagang
-
Pengabdian di Garis Depan Energi: Gugurnya Sang Pilot Pembawa BBM Satu Harga
-
Impor Energi dari AS, CORE: Ini Bertentangan dengan Kemandirian Energi
-
Deal Dagang Prabowo-Trump: Hilirisasi hingga Perpanjangan Freeport jadi 'Gula-gula' Pemerintah RI
-
Freeport Mcmoran Tetap Investasi USD 20 Milar di RI Hingga 20 Tahun ke Depan
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari