Bisnis / Keuangan
Selasa, 03 Maret 2026 | 16:13 WIB
Ilustrasi DolarAS. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Rupiah ditutup melemah pada Selasa (3/3/2026) menjadi Rp16.872 per dolar AS, turun 0,02 persen dari hari sebelumnya.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen politik Iran-AS-Israel yang menyebabkan indeks dolar Amerika Serikat mengalami kenaikan.
  • Bank Indonesia didesak melakukan intervensi agar pelemahan rupiah tidak berlanjut lebih dalam dan mengurangi volatilitas.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik melemah pada penutupan hari ini. Padahal, rupiah sempat mengalami penguatan saat pembukaan pagi tadi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (3/3/2026) ditutup Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah pun melemah 0,02 persen dibanding penutupan pada Senin (27/2/2026) yang berada di level Rp16.868 per dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.848 per dolar AS. 

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah dikarenakan tensi politik yang terjadi antara Iran vs Amerika dan Israel. Sentimen ini membuat dolar AS mengalami rebound.

"Sentimen pasar pada umumnya masih risk off, index dolar AS masih terus naik," katanya saat dihubungi Suara.com.

Namun, BI diminta terus melakukan intervensi rupiah agar pelemahan tidak terlalu dalam. Sebab, pelemahan mata uang Garuda ini masih berlangsung lama. 

Ilustrasi uang ruoiah. (Gemini AI)

" Intervensi BI perlu dilakukan karena bakal efektif menjauhkan rupiah dari volatilitas dolar AS," jelasnya.

Sementara itu, mata uang Asia bergerak fluktuatif. Salah satunya pada, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,63 persen. Disusul, peso Filipina yang ditutup ambles 0,41 persen.

Selanjutnya, ada ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,37 persen dan dolar Taiwan yang ditutup turun 0,34 persen.

Baca Juga: Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861

Lalu ada dolar Singapura yang tertekan 0,16 persen. Berikutnya, won Korea Selatan yang tergelincir 0,15 persen serta yen Jepang yang melemah tipis 0,02 persen.

Sedangkan, dolar Hongkong menjadi uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menguat 0,16 persen. Diikuti, yuan China yang terlihat naik tipis 0,11 persen terhadap the greenback pada hari ini.

Load More