PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) menikmati laba Rp4,37 triliun pada triwulan II atau tumbuh 79,9 persen secara tahunan, meskipun kualitas aset kredit menurun.
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di Jakarta, Jumat (22/7/2016), mengatakan pertumbuhan laba ditopang masih cemerlangnya pertumbuhan kredit, pendapatan berbasis komisi, serta efisiensi dengan biaya dana.
"Biaya dana kita turun jadi 3,1 persen dari 3,2 persen," ujarnya.
Pertumbuhan kredit BNI tumbuh dua digit menjadi 23,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp288,7 triliun.
Namun NPL juga meningkat dari 2,7 persen secara gross menjadi 3 persen pada akhir semester I 2016. Baiquni mengakui kualitas aset kredit menjadi masalah yang membayangi perseroan pada semester I 2016.
Oleh karena itu pula, BNI harus menaikkan biaya pencadangan dari 138,8 persen pada Kuartal II 2015 menjadi 142,8 persen pada Kuartal II 2016. Sedangkan, pertumbuhan kredit emiten bersandi BBNI itu mendorong pendapatan bunga bersih menjadi Rp13,91 triliun atau tumbuh 11,7 persen (yoy).
Kemudian, pendapatan non bunga, yang termasuk pendapatan komisi (fee based income), tumbuh 28,7 persen menjadi Rp4,43 triliun.
Baiquni menuturkan saluran kredit bisnis menopang portofolio kredit hingga 73 persen, dengan pertumbuhan tahunan 25,6 persen menadi Rp260,7 triliun. Dalam kredit bisnis tersebut kredit korporasi berkontribusi sebesar 25,1 persen.
melonjak 331 persen Dari portofolio BNI, Kredit Usaha Rakyat (KUR) melonjak hingga 331 persen atau meningkat Rp7,3 triliun. Alhasil porsi KUR di BNI naik menjadi 19,9 persen dari 5,6 persen.
Baiquni mengatakan pertumbuhan signifikan tersebut karena fasilitas penjaminan dan subisdi bunga yang diberikan pemerintah "Kalau bicarakan target, malah kita ingin dikasih lebih targetnya oleh pemerintah," tantang Baiquni.
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI terkumpul Rp391,4 triliun atau tumbuh 19,6 persen.
"Komposisinya didominasi dana murah (current account saving account/ CASA) sebesar 60,4 persen dan sisanya deposito," ujar dia.
Dengan capaian kredit dan DPK tersebut, aset BNI terkumpul Rp539,1 triliun pada kuartal II 2016. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Sorot Agincourt, Prabowo Instruksikan Penilaian Proporsional Izin Tambang Martabe
-
Bahlil: Presiden Instruksikan Cek Ulang Izin Tambang Emas Martabe
-
BRImo Perkenalkan Fitur QRIS Tap, Kini Bayar TransJakarta Jadi Lebih Praktis dan Mudah
-
Bank Mandiri Salurkan Lebih dari 7,45 Juta Bansos pada 2025 untuk Akselerasi Ekonomi Kerakyatan
-
Prabowo 'Pelototi' Jeffrey Hingga Hasan Usai jadi Bos Baru BEI dan OJK
-
Ciri-ciri Phishing dan Tips Agar Terhindar dari Penipuan Online
-
Profil PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dan Pemilik Sahamnya
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Rp68.781, Beras Khusus dan Daging Kerbau Lokal Ikut Naik
-
Bos Unilever (UNVR) Indonesia Lapor, Laba Tembus Rp7,6 Triliun di 2025
-
Rupiah Keok, Dolar AS Naik ke Level Rp16.818