Indonesia Property Watch (IPW) melihat beberapa indikator di perbankan saat ini menunjukkan nilai kredit macet di produk kredit properti yang semakin bertambah. Banyak pihak perbankan mengkhawatirkan makin tingginya kredit macet properti apabila aturan uang muka/down payment (DP) 0 persen diberlakukan untuk pembelian rumah.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda melihat dari sisi yang berbeda, “Nah, sebenarnya masalah kredit macet jangan langsung dilihat sebagai dampak jika DP 0 persen. Bahkan tanpa DP 0 persen pun kredit macet sudah terjadi. Yang harus dilakukan malah sebenarnya Bank Indonesia harus memberikan pelonggaran lebih banyak untuk pasar properti saat ini," kata Ali dalam keterangan resmi, Kamis (4/8/2016).
Membeli rumah seharga Rp 200 juta dengan DP 15 persen atau sebesar Rp 30 juta, maka cicilan diperkirakan sebesar Rp1,9 jutaan untuk periode kredit 15 tahun. Bila uang muka menjadi 0 persen, maka cicilan hanya bertambah menjadi Rp 2,27 juta per bulan. Artinya meskipun ada kenaikan namun relatif tidak terlalu memberatkan konsumen.
"Dan pastinya konsumen apalagi untuk rumah pertama akan mati-matian mengusahakan uang untuk cicilan rumah tersebut. Selain itu dia tidak perlu untuk mengumpulkan uang sebesar Rp 30 juta dulu untuk membayar uang muka. Jadi di sisi mana kekhawatiran kredit macetnya?,” ujar Ali
Dengan DP 0 persen pun dipastikan permintaan pasar perumahan akan meningkat signifikan. Selain itu dengan dihilangkannya larangan KPR inden untuk rumah kedua, maka cashflow pengembang lebih leluasa untuk dapat memasok rumah kepada konsumen.
"Jika permintaan banyak tapi tidak ada pasokan rumah pun tentunya akan menjadi masalah," tutup Ali.
Berita Terkait
-
IPW Kembali Dorong Usulan DP 0 Persen untuk Beli Rumah
-
IPW: Tax Amnesty Harus Disertai Insentif Bagi Industri Properti
-
IPW Prediksi Sektor Properti di Semester II 2016 Berpotensi Naik
-
Penjualan Properti Jabodetabek-Banten Q2 2016 Turun 48,82 Persen
-
Tax Amnesty Bikin Kapitalisasi Pasar Konstruksi Rp2000 Triliun
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
-
Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Hashim: 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Sepihak Satgas PKH Bisa Ajukan Keberatan
-
Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini