Suara.com - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Ukraina Petro Poroshenko dan istri Maryna Poroshenko di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/8/2016). Kedatangan Petro dan istri disambut dengan upacara militer.
Kedua Kepala Negara kemudian melakukan pertemuan bilateral.
Presiden Jokowi dan Presiden Petro selanjutnya menyaksikan penandatanganan kerjasama. Di antaranya kerjasama bebas visa bagi pemegang paspor dinas dan diplomat, pendidikan diplomatik, pertahanan, dan pertanian.
Kunjungan Presiden Ukraina ke Indonesia kali ini untuk yang kedua kali setelah Presiden Leonid Kuchma pada April 1996.
Petro bersama istri akan berada di Indonesia selama tiga hari, yakni 5-7 Agustus. Dia dijadwalkan berkunjung ke Yogyakarta dan Bali. Di Yogyakarta, dia akan bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Ukraina merupakan negara mitra dagang kedua terbesar Indonesia di wilayah Eropa Tengah dan Timur. Ekspor Indonesia ke Ukraina terdiri dari minyak kelapa, minyak sawit mentah, kertas, dan minyak goreng.
Sedangkan Indonesia mengimpor sejumlah barang dari Ukraina, diantaranya tepung gandum dan besi baja. Pada tahun 2015, tercatat nilai perdagangan kedua negara mencapai 527 juta dollar Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
-
Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Harga Minyak Premium Naik, Mendag Sebut Dipicu Lonjakan CPO Dunia
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI