VP of Market Research Forextime Jameel Ahmad menyatakan walaupun Dolar Amerika Serikat (AS) berupaya bangkit di pasar valuta asing (valas) karena adanya pernyataan dari sejumlah pejabat The Federal Reserve tentang kemungkinan peningkatan suku bunga AS dalam beberapa bulan mendatang, Rupiah ternyata berhasil bertahan dan melawan tekanan dari Dolar AS.
Walaupun pergerakannya sangat kecil, kurs Rupiah melemah pada perdagangan hari selasa sebesar 0,03 persen ke level 13,222. Ini dapat menjadi indikasi bahwa pasar masih meragukan kemampuan The Fed untuk melaksanakan pernyataannya di satu sisi. "Sepertinya ada optimisme bahwa pasar berkembang lebih siap untuk menghadapi peningkatan suku bunga AS tahun ini dibandingkan peningkatan suku bunga AS pertama yang bersejarah pada akhir 2015," kata Jameel dalam keterangan tertulis Rabu (24/8/2016).
Rupiah juga mampu bertahan di tengah aksi jual besar-besaran di pasar minyak yang dapat merusak selera risiko dan ketertarikan terhadap mata uang pasar berkembang.
Disisi lain, fase pemulihan Poundsterling masih berlanjut di pekan perdagangan baru ini. Poundsterling menguat pekan lalu setelah data ekonomi mengindikasikan bahwa hasil referendum Uni Eropa mungkin tidak memberi pengaruh negatif terhadap ekonomi Inggris sebesar yang dikhawatirkan. Kurs Poundsterling mencapai sedikit di atas 1.32 hari ini, level tertinggi sejak awal Agustus dan cukup jauh dari level terendah awal bulan ini di sekitar 1.28. Hal ini mendukung argumen bahwa investor tertarik untuk membeli Poundsterling setelah data ekonomi pekan lalu menghapus kekhawatiran tentang perlambatan langsung ekonomi Inggris pasca Brexit.
"Saya pribadi masih berpendapat bahwa saat ini terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa rilis ekonomi terkini akan menanamkan pendapat bahwa ekonomi Inggris tidak terkena pengaruh negatif dari hasil referendum Brexit sebesar yang dikhawatirkan sebelumnya. Proses keluar dari Uni Eropa ini, apabila benar-benar terjadi, akan membutuhkan waktu setidaknya 2 tahun dan artinya ada potensi risiko terhadap ekonomi Inggris di jangka yang lebih panjang. Investasi dari luar negeri, kemungkinan peningkatan tekanan harga, pengurangan lowongan kerja dari perusahaan Inggris, dan potensi dampak terhadap sejumlah indikator utama seperti PMI hanyalah sebagian dari banyak variabel yang harus dipantau pasar," jelas Jameel.
Apakah reli penguatan Poundsterling ini akan berlanjut? Menurutnya, pola pikir investor dalam beberapa bulan terakhir ini adalah jual saat reli, dan dirasa belum berubah. Calon pembeli mungkin akan memantau untuk melihat apakah kurs Poundsterling terhadap Dolar AS ditutup di atas 1.32 hari ini, yang dapat menjadi basis teknikal untuk peningkatan lebih lanjut. "Meninjau hal tersebut, kita sudah sering menyaksikan sebelumnya bahwa momentum kurs Poundsterling dapat berubah dengan sangat tiba-tiba. Dan saat tekanan jual dimulai, Poundsterling dapat merosot dengan sangat cepat," tutup Jameel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN