Pada 13-21 Agustus 2016 yang lalu, Bank Tabungan Negara (BTN) kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) 2016. Event yang didukung lebih dari 300 pengembang dan memamerkan 700 proyek perumahan di seluruh Indonesia tersebut, menunjukkan betapa tingginya permintaan akan rumah (property) dalam negeri. Data Pendapatan Nasional Bruto (Gross Domestic Product / GDP) yang mengindikasikan pertumbuhan ekonomi adalah salah satu faktor pendorong bertumbuhnya permintaan properti.
Selain itu, trend penurunan suku bunga dan relaksasi LTV juga turut mendorong tingginya minat masyarakat untuk membeli rumah melalui skim KPR perbankan. IPEX 2016 juga merupakan event yang mendukung program pemerintah untuk membangun sejuta rumah. Hingga Agustus 2016 dalam program sejuta rumah, telah tercapai 400.000 rumah, dan diharapkan pada akhir tahun ini dapat melampaui target tahun lalu, yaitu 690.000.
Proyek konstruksi dan pembangunan proeperty yang saat ini sedang bertumbuh tentu bukan hanya akan berdampak pada meningkatnya permintaan semen namun juga berdampak pada meningkatnya permintaan akan besi dan baja. Johanes W Edward, Investor Relation PT. Steel Pipe Industry of Indonesia (Spindo) menjelaskan bahwa dewasa ini, penggunaan material kayu dalam kontruksi sebuah bangunan (property) mulai berkurang dan digantikan dengan penggunaan besi baja. Besi Hollow adalah besi yang berbentuk pipa kotak yang materialnya terdiri dari besi baja galvanis atau stainless. Belakangan ini, hollow banyak digunakan sebagai pengganti kayu penopang untuk langit-langit (plafon), atap rumah, pagar,serta digunakan juga sebagai penopang partisi gipsum ruangan dan aplikasi lainnya.
Selain harganya yang relatif murah dibanding kayu, besi hollow juga memiliki beberapa keunggulan, antara lain: lebih cepat dalam proses pemasangan karena bobotnya lebih ringan, lebih kuat karena terbuat dari besi baja, anti karat karena salah satu bahan material dari bessi hollow adalah stainless, tahan api, dan anti rayap. Tak heran bila besi hollow semakin banyak digunakan kontrkator dalam proyek-proyek pembangunan property. Selain digunakan pada konstruksi bangunan besi hollow juga biasanya digunakan pada peralatan yang sebagian bahan menggunakan besi, seperti pada kaki–kaki meja, rak, lemari dan lainya. “Yang penting costumer tahu material besi hollow yang baik, dimana spesifikasinya sudah memenuhi SNI sehingga tidak kecewa”, katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/8/2016).
Berbicara mengenai permintaan besi hollow yang diprediksi meningkat sejalan dengan bertumbuhnya sektor kontruksi dan properti, Edward menyatakan bahwa hal ini tidak bisa lepas dari peran Spindo sebagai pemain dominan di industri pipa besi baja termasuk besi hollow. PT Steel Pipe Industry of Indonesia (Spindo) yang memasarkan produk besi hollow dengan merek dagang “Spindo Z12” didirikan pada tahun 1971 dan pada tahun 2013 melakukan penawaran umum saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ISSP. "Spindo adalah produsen pipa baja yang memiliki kapasitas produksi terbesar di Indonesia," ujar Edward.
Untuk masalah properti, pemerintah sangat mendukung pertumbuhan industry properti. Selain deregulasi terkait dengan pembangunan dan kepemilikan property (termasuk kepemilikan asing atas properti di Indonesia) yang telah dilakukan pemerintah, kebijakan fiskal berupa pemangkasan pajak final properti juga diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri properti dimasa mendatang.
Sebagaimana diketahui bahwa selama ini Investor properti Indonesia harus mengeluarkan setidaknya 10,8 persen dari total nilai transaksi yang menjadi bagian dari pendaftaran properti (registering property). Di negara lain biaya tersebut hanya sebesar kurang dari 5 persen dari total nilai transaksi. Terkait dengan kebijakan fiskal, pemerintah tidak hanya berencana memangkas pajak penghasilan atau PPh final properti namun jugamendorong adanya penurunan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) bagi pembeli properti.
"Memang dengan adanya kebijakan tersebut, akan mempengaruhi pada berkurangnya pendapatan daerah dari sektor pajak. Namun hal tersebut akan menjadi daya tarik bagi investasi pada sektor properti," tutup Edward.
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H