Lukman Otunuga, Research Analyst Forestime menyatakan berbagai indikator domestik Indonesia terus tampak semakin stabil dan meredakan kekhawatiran tentang perlambatan momentum ekonomi. Prospek ekonomi Indonesia secara keseluruhan pun masih tetap menjanjikan.
"Walaupun berembus wacana bahwa amnesti pajak Indonesia mungkin tak berhasil mencapai target, saat ini masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan dan diperlukan lebih banyak waktu untuk menimbang keefektifan program ini," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat (9/9/2016).
Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik dengan reshuffle kabinet dan investasi asing ke negara ini setelah Brexit sudah melampaui 1,9 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Perhatian pasar akan terarah pada laporan penjualan ritel hari Jumat yang dapat memberi secercah kejelasan mengenai kinerja Indonesia di saat ketidakpastian global seperti ini. Apabila penjualan ritel kali ini masih terus positif seperti data bulan Juni dan melampaui ekspektasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi semakin menguat.
Rupiah cukup menguat terhadap Dolar AS karena menipisnya harapan peningkatan suku bunga Fed tahun ini. Dari sudut pandang teknikal, USDIDR bearish secara teknikal pada rentang waktu harian. Apabila terjadi breakdown di bawah 13100 maka akan terbuka jalan menuju 13000.
Disis lain, Euro (EUR) mengalami volatilitas sangat tinggi pada hari Kamis (8/9/2016) setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga. Keputusan ini sesungguhnya tidak mengejutkan karena ketidakpastian di pasar global masih terus memaksa bank-bank sentral di dunia untuk berhati-hati mengambil langkah. Zona Euro saat ini berjuang keras untuk mengatasi statisnya pertumbuhan sehingga ECB mengalami tekanan tersendiri untuk membuat kebijakan. Inflasi masih tetap di bawah target 2 persen dan perkembangan eksternal mengekspos Eropa terhadap beragam risiko negatif yang serius. "Sentimen terhadap EUR tetap bearish dan dapat semakinmemburuk seiring dengan meningkatnya spekulasi tentang pelonggaran kebijakan moneter ECB lebih lanjut di masa mendatang demi mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Lukman.
Adapun poundsterling (GBP) merosot di hari Rabu (7/9/2016) setelah Gubernur Bank of England Mark Carney mengatakan bahwa beliau "merasa nyaman" Bank of England mengambil tindakan yang tepat dengan memangkas suku bunga Inggris setelah Brexit. Carney "sepenuhnya tidak menyesal" telah memberi peringatan tentang implikasi Brexit terhadap ekonomi Inggris sebelum referendum dan bahkan mengatakan bahwa langkah BoE berhasil menghalangi dampak Brexit. Walaupun data domestik terkini menampilkan bahwa ekonomi Inggris cukup kuat pasca Brexit, saat ini masih terlalu dini untuk mengukur pengaruh Brexit. Selain itu, hubungan Inggris dengan mitra perdagangan terbesarnya di masa mendatang pun masih mengkhawatirkan.
Pertanggungjawaban laporan inflasi BoE berakhir dengan netral sehingga investor akan kembali meninjau data Inggris untuk memprediksi apakah BoE akan mengeluarkan stimulus tambahan di masa mendatang. Kinerja indikator domestik terkini bervariasi dan kekhawatiran Brexit pun muncul kembali sehingga GBP masih berpotensi melemah. Jika data Inggris terus mengecewakan, maka spekulasi peluncuran stimulus tambahan dari BoE dapat meningkat dan GBP dapat semakin melemah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan