Penumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) secara cepat dalam rangka mengisi persebaran industri di berbagai wilayah merupakan salah satu fokus Kementerian Perindustrian. Hingga tahun 2019, Kemenperin menargetkan pertumbuhan 20.000 wirausaha kecil baru, 4.500 wirausaha menengah baru serta rasio persebaran IKM di Jawa dan luar Jawa yang bergeser menjadi 60,34 : 39,66.
“Hal tersebut bukanlah pekerjaan mudah, sehingga kita tidak bisa sekedar melakukan business as usual,” papar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam Pelantikan Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian di Jakarta, Rabu (14/9/2016).
Langkah yang diambil Kemenperin untuk mengembangkan IKM di era industri yang mengandalkan pertukaran data pada teknologi manufaktur, atau disebut industry 4.0, antara lain dengan mendorong pengusaha menggunakan sarana digital. Karenanya, Kemenperin menyasar para pelaku industri, terutama wirausaha muda, untuk menekuni dan memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka memperluas pasarnya. “Tujuan pemanfaatan pasar digital adalah untuk membuat cost menjadi nol dan efisiensi value chain. Perusahaan e-commerce dalam dan luar negeri juga kita ajak kerjasama untuk mendukung langkah ini,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (15/9/2016).
Dalam kesempatan tersebut, Gati Wibawaningsih dilantik sebagai Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian. Gati sebelumnya merupakan Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan. Kepada Dirjen IKM, Menperin berpesan untuk selalu melihat kondisi riil IKM di lapangan dan memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi serta meningkatkan kreativitas, inovasi dan daya saing agar produk IKM dapat mengisi ceruk pasar dan mampu bersaing di era globalisasi. “Dan tidak lupa, terus berupaya mencari dan membuat kebijakan terobosan dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan persebaran IKM,” papar Menperin.
Sebagai Dirjen IKM, Gati menyampaikan bahwa penyempurnaan database IKM merupakan salah satu prioritas yang harus segera dikerjakan. Termasuk sinkronisasi dengan database IKM yang dimiliki oleh lembaga lain. Selain itu, koordinasi antar sektor di dalam Kementerian Perindustrian juga diperkuat agar kebijakan dan program IKM sinergis dan saling mendukung dengan program kerja sektor lainnya. “Kita akan petakan program kerja IKM agar tidak berseberangan dengan program bagi industri besar. Misalnya dengan Ditjen ILMATE yang industrinya merupakan pasar untuk IKM,” papar Gati.
Salah satu tantangan yang saat ini dihadapi industri kecil dan menengah adalah persaingan dengan perusahaan pembuat komponen yang terkait dengan agen tunggal pemegang merek, atau keiretsu. Menperin berujar bahwa IKM harus dilindungi karena rantai suplainya menjadi terbatas akibat adanya keiretsu yang masuk dan dibawa oleh industri besar.
Senada dengan Menperin, Dirjen IKM juga menyampaikan rencana pengembangan IKM yang tersentralisasi di kawasan industri. “Di sana akan ada fasilitas untuk mengevaluasi hasil produksi IKM dan menjadi problem solver untuk permasalahan IKM, misalnya untuk IKM yang produknya dianggap tidak memenuhi syarat oleh industri,” papar Gati.
Untuk itu, tambahnya, Kemenperin juga mendorong peningkatan kualitas SDM industri komponen melalui pendidikan vokasi. Pihaknya berkoordinasi dengan Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (ST3) Bandung untuk dapat mencetak tenaga mekanik yang mengerti mesin tekstil.
Proses pengisian jabatanDirjen IKM telah dilaksanakan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang dilaksanakan melalui Panitia Seleksi (PANSEL) sesuai dengan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!
-
Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029
-
Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL
-
Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026
-
Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik
-
Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak
-
Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya
-
Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad
-
Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini
-
Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026