- Kemenperin memosisikan SBIN sebagai kerangka kebijakan utama untuk mengarahkan industri manufaktur menuju konsep industri hijau.
- Menteri Perindustrian menekankan industri wajib memperhatikan dampak positif bagi masyarakat dan penguatan TKDN.
- BSKJI mendukung SBIN dengan menyelenggarakan Business Gathering di Semarang guna memperkuat daya saing industri hijau.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara resmi memosisikan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai kerangka kebijakan utama untuk mengarahkan sektor manufaktur menuju konsep industri hijau.
Langkah ini merupakan respons strategis pemerintah untuk menjaga daya saing industri nasional di tengah kompleksitas perubahan lingkungan ekonomi global.
Arah kebijakan SBIN ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda swasembada energi berkelanjutan, yang dinilai esensial untuk menopang pembangunan industri di masa depan.
Pemerintah menekankan perlunya kebijakan yang adaptif terhadap tantangan keberlanjutan dan kebutuhan pasar domestik.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa pembangunan industri tidak lagi cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi wajib memperhatikan dampak positifnya bagi masyarakat dan ketenagakerjaan.
“Keberlanjutan merupakan unsur penting bagi masa depan industri Indonesia, karena di tengah dinamika global yang semakin kompleks, pelaku industri dituntut untuk adaptif sekaligus tetap berorientasi pada penguatan struktur industri dalam negeri,” kata Agus, Minggu (14/12/2025).
Agus mengungkapkan bahwa struktur produksi industri nasional masih sangat bergantung pada pasar domestik, dengan sekitar 80 persen produk diserap di dalam negeri. Kondisi ini menjadikan kebijakan perlindungan pasar lokal sebagai faktor kunci dalam implementasi SBIN.
Untuk itu, Kemenperin akan memperkuat kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Pemerintah akan memperkuat kebijakan TKDN agar belanja pemerintah benar-benar memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas industri nasional,” tegasnya.
Dalam mendukung implementasi kebijakan tersebut, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) mengambil langkah nyata dengan menyelenggarakan Business Gathering di Semarang pada 11 Desember 2025, yang berfokus pada peningkatan daya saing industri hijau melalui pemanfaatan produk dalam negeri.
Baca Juga: Krisis BBM SPBU Swasta, Akankah Terulang Tahun Depan?
Kepala BSKJI, Emmy Suryandari, menyampaikan bahwa unit pelayanan teknis (UPT) di bawah BSKJI diarahkan untuk berperan aktif dalam SBIN, terutama melalui penyediaan layanan teknis yang langsung bermanfaat bagi pelaku industri.
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) sebagai salah satu UPT, berupaya memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kerja sama dengan industri.
Plt Kepala BBSPJPPI, Apit Pria Nugraha, menjelaskan bahwa sebagai Badan Layanan Umum, BBSPJPPI menawarkan berbagai layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan regulasi lingkungan.
“BBSPJPPI secara konsisten mengembangkan inovasi layanan, termasuk diversifikasi jasa industri yang dirancang untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri dan mendukung pencapaian target industri hijau nasional,” ungkap Apit.
Layanan yang ditawarkan BBSPJPPI mencakup verifikasi TKDN, konsultansi, sertifikasi industri hijau, hingga audit Continuous Emission Monitoring System (CEMS), yang diklaim dapat membantu industri memenuhi ketentuan yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 1819 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara
-
Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting
-
Purbaya Endus 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing, Segera Kejar Pengemplang Pajak
-
Soroti Rapor Merah Penyeberangan, INSTRAN: Mudik 2026 Terancam Tak Optimal
-
Optimalkan Perlindungan Bagi Pekerja, Kolaborasi Duo BPJS Makin Solid
-
Purbaya Siapkan Efisiensi Anggaran Program Pemerintah Imbas Harga Minyak Naik, Tak Cuma MBG
-
Purbaya Klaim Anggaran Masih Aman, Perppu Defisit APBN Belum Diperlukan
-
Operator Ferry Mengeluh Tak Cuan Meski Ada Lonjakan Penumpang di Mudik Lebaran
-
Bidik Nuklir dan Mineral Kritis, Bahlil Teken Kesepakatan Strategis dengan Jepang di Tokyo