Siapa bilang seorang jurnalis tidak mungkin bisa menjadi seorang wirausahawan atau entrepreneur? Munnawaroh Su’ud telah membuktikan bahwa seorang jurnalis sekalipun jika punya tekad bisa menjadi seorang entrepreneur. Wanita yang akrab disapa Muno ini merintis usaha restoran Pempek Muno di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.
Awal mula Muno merintis usaha berjualan kuliner asal Palembang, Sumatera Selatan tersebut harus melalui jalan yang terjal. “Sebetulnya ini karena saya kelimpahan tanggung jawab. Usaha ini awalnya dimulai kakak saya,” kata Muno saat diwawancarai oleh Suara.com di Jakarta, belum lama ini.
Semuanya dimulai Maret tahun 2011 ketika sang kakak memulai usaha restoran Pempek di Tebet, Jakarta Selatan. Kala itu, sang kakak yang baru datang dari Palembang membawa 2 orang sanak keluarganya. Sang kakak menyuruh Muno untuk menampung 2 kawannya dan menyuruh Muno mempekerjakannya sebagai karyawan. 2 Kawannya itu mantan karyawan restoran sang kakak di Palembang yang telah ditutup.
Muno menerima permintaan itu. Ia lantas melakukan survey ke beberapa restoran atau warung pempek yang ada di Jakarta dan sebagainya. Sebagian tempat, ia temukan ada kesalahan dalam proses pembuatan pempek sehingga pempek menjadi keras dan kenyal. Beberapa tempat lain ada kekurangan dalam proses pembuatan cuka sehingga rasanya kurang sempurna. “Saya juga berbelanja ikan segar bahan baku pempek di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur,” jelas Muno.
Sayangnya, usaha pertama restoran pempek di Tebet tersebut berakhir dengan kegagalan. Muno terpaksa menutup restorannya tahun 2013 karena tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Namun kegagalan itu tak membuat Muno jadi jera berbisnis. Mulai pertengahan tahun 2015, Muno memutuskan membuka kembali restoran pempek dengan nama Restoran Pempek Muno yang berlokasi di Jl Bangka Raya 27C, Jakarta Selatan. Kali ini, dengan modal awal Rp60 juta, Muno lebih serius dalam menekuni bisnisnya.
Muno kini memiliki website https://pempekmuno.com/ untuk memasarkan kuliner pempeknya di dunia maya. Tak hanya itu, Muno juga membuka layanan pesan antar lewat nomer 081278488288. Order pempek dari Restoran Pempek Muno juga bisa dilakukan lewat whatsapp dengan nomer 081278488288.
“Sampai kini penjualan kita masih harus berjuang. Karena sore hari pun ternyata tidak terlalu ramai didatangi pengunjung. Belum lagi lokasi jalan Bangka yang sebagian orang dianggap sama dengan Kemang. Padahal faktnya beda, Kemang adalah kawasan kelas atas, sedangkan Jalan Bangka beda. Makanya saya harus berdarah-darah dulu di awal,” jelas mantan jurnalis Tempo tersebut.
Untunglah, bisnis online yang semakin semarak menjadi angin segar bagi Muno. Kini kuliner pempek Restoran Pempek Muno bisa dipesan melalui layanan ojek online Gojek. Penjualan pempek melalui aplikasi Gofood awalnya 20 persen dari total penjualan. Seiring waktu, penjualan pempek Restoran Muno lewat Gofood kini sudah mencapai 40 persen dari total penjualan. “Penjualan lewat Gojek ini betul-betul mendongkrak bisnis kami,” tutur Muno.
Kedepan, Muno berencana akan bertahap untuk memasarkan produk pempeknya melalui situs belanja online atau e-commerce. Hanya saja, realisasi ini tidak mau terburu-buru ia lakukan. Sebab ia menyadari dalam bisnis, harus ada keseimbangan antara kapasitas produksi dengan tingkat pemesanan dari konsumen.
“Makanya saya belum buru-buru merealisasikan gencar beriklan di e-commerce. Pokoknya bertahap lah,” tutup Muno.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina
-
Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux
-
Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar
-
PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus
-
Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen
-
Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855
-
Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual
-
Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas