Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan berbagai antisipasi menghadapi tingginya curah hujan atau cuaca ekstrem. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca ekstrem akan terjadi saat ini hingga Februari 2017 nanti.
“Saya sudah kumpulkan teman-teman dari Ditjen Sumber Daya Air, untuk melakukan antisipasi. Sesuai dengan prediksi BMKG ekstrem cuaca bisa sampai ke Januari atau Februari (2017) jadi kami harus siap,” kata Menteri Basuki di sela-sela acara Konferensi High-Level Expert and Leaders Panel on Water and Disasters (HELP) di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (31/10/2016).
Menurutnya, antisipasi pertama yang harus dilakukan adalah melakukan walk through atau penyusuran melakukan pemeriksaan tanggul-tanggul dengan tujuan untuk meminimalisir kejadian-kejadian jebol. “Jadi tanggul-tanggul supaya harus tetap di monitor dengan baik supaya tidak ada kesalahan, seperti jebol. Kalau jebol karena limpasan itu karena memang ekstrem tapi kalau jebol karena kondisi prasarananya itu yang kita hindari,” ujar Menteri Basuki.
Kedua adalah melakukan disiplin operasi pintu-pintu air, karena banjir itu tidak hanya akibat meluapnya sungai namun juga bisa disebabkan oleh operasi buka tutup pintu air yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia menyampaikan bahwa dalam membuka tutup air harus hati-hati sekali. Misalnya, pintu airnya seharusnya dibuka sebelum banjir terjadi tapi kalau dibuka saat banjir atau telat buka, nanti limpahan airnya seperti bendungan jebol.
“Jadi harus hati-hati operasinya, harus sesuai dengan SOP,” katanya.
Antisipasi terakhir, Basuki menyampaikan, adalah menyiapkan alat-alat berat di daerah rawan longsor. “Kami (Kementerian PUPR-red) ke depan juga harus agresif menangani tebing-tebing. Jadi tidak hanya menunggu longsor dibersihkan tapi saya sudah perintahkan untuk bisa agresif menangani tebing-tebing. Apakah dengan memasang jaring-jaring, angkur-angkur tebing supaya bisa memperkuat tebing,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan early warning system, serta mau membersihkan drainase atau sungai yang tersumbat akibat sampah atau lainnya. (*
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Emas Dunia Diproyeksi Koreksi
-
Harga Emas Stabil Hari Ini, Valuasi Alternatif Antam di Bawah 3 Jutaan
-
Profil PT Darma Henwa Tbk (DEWA), Emiten Kontraktor Tambang Grup Bakrie
-
Beda Emerging Market dan Frontier MSCI, Sinyal Bahaya Bagi Pasar Modal
-
Ekonom Bongkar Biang Kerok Lemahnya Rupiah: Aturan DHE SDA Prabowo Terhambat di Bank Indonesia
-
Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Profil PT Vopak Indonesia, Perusahaan Penyebab Asap Diduga Gas Kimia di Cilegon
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI