Suara.com - Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan Rumah Susun (Rusun) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov setempat yang masih lajang dan tidak memiliki tempat tinggal di Kota Denpasar.
"Pembangunan rumah susun ini merupakan salah satu upaya kita untuk memberikan kesejahteraan bagi para pegawai khususnya yang masih lajang dan tidak memiliki tempat tinggal di Denpasar," kata Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat meninjau pembangunan rusun tersebut, di Kelurahan Penatih, Denpasar, Jumat (11/11/2016).
Menurut dia, saat ini pegawai Pemprov Bali masih banyak yang belum memiliki tempat tinggal di Kota Denpasar dimana mereka bekerja.
Dengan adanya Rusun tersebut, ucap Sudikerta, para pegawai yang sebelumnya mungkin menyewa rumah atau kos dengan harga lumayan tinggi, menjadi berkurang bebannya sehingga mereka menjadi lebih mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lainnya.
Selain itu, dengan adanya Rusun tersebut diharapkan para pegawai mampu meningkatkan kinerjanya.
"Ini nanti akan lebih murah daripada harus menyewa di luar, dan diharapkan bisa meningkatkan kinerja pegawai karena tempat tinggalnya sudah dekat dengan kantor, jadi tidak ada lagi yang 'ngajag' (komuter-red) dari jauh," ujarnya.
Dia menambahkan, saat ini Pemprov Bali baru mampu merealisasikan satu unit rumah susun empat lantai yang terdiri dari 90 kamar. Ke depan, ia akan berusaha meminta kepada pemerintah pusat agar dibangun kembali Rusun seperti itu.
"Dengan demikian, ke depan saat rusun tersebut sudah bisa dimanfaatkan akan menjadi lebih nyaman," kata Sudikerta. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum
-
Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian
-
Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora
-
Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar
-
Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026