News / Nasional
Jum'at, 11 November 2016 | 14:44 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membantah adanya isu yang menyebutkan saat ini pemerintah dan TNI sedang diadu domba untuk memusuhi Presiden Joko Widodo. Ryamizard menegaskan jika ada pihak-pihak yang memusuhi Kepala Negara, Ryamizard siap melindungi.

"Panglima TNI itu panglima tertinggi, masa memusuhi Presiden. Itu nggak betul, itu pengkhianatan itu, kalau ada yang memusuhi Presiden, saya bamper-nya," ujar Ryamizard usai Silaturahim Bela Negara dengan para ulama di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Ryamizard menegaskan siapapun tidak boleh memusuhi Presiden. Presiden seharusnya dijadikan sosok yang dihormati dan simbol pemersatu bagi semua pihak.

Ryamizard dulu juga pernah mengungkapkan hal tersebut kepada Presiden Abdurrachman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri.

"Nggak boleh, Presiden harus kita hormati, kalau Presiden tidak dihormati siapa lagi yang menghormati Presiden? Saya dulu sudah bicara dengan Gus Dur, Megawati juga dulu," tutur Ryamizard.

"Saya, kalau masalah Presiden tidak boleh diganggu atau terancam keselamatannya itu yang harus dipegang, tapi masalah politik, masalah hukum, tentunya semua tidak bisa menghadapinya termasuk saya," Ryamizard menambahkan.

Isu ada upaya mengadudomba pemerintah dan TNI muncul setelah gerakan 4 November.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden mengunjungi organisasi keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Selain itu, Presiden juga mengundang tokoh-tokoh agama ke Istana untuk berdialog tentang perdamaian bangsa. Kepala Negara juga mengunjungi Mabes TNI, Markas Korps Kopassus, Markas Korps Brimob Polri, dan Markas Korps Marinir.‎

BERITA MENAIK LAINNYA:

Ahok: Buat Apa Masuk ke Markas FPI, Satu Lawan 100

Kisah Cinta Antasari, Taklukkan Putri Pimpinan TNI Galak

Para Kyai dan Ulama Keluarkan Semua Uneg-uneg soal Ahok ke Jokowi

Jika Ahok Tersangka, Siapa Paling Diuntungkan? Ini Kata LSI

Ini yang Dilakukan Antasari Jika Diminta Gabung KPK Lagi

Load More