Suara.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membantah adanya isu yang menyebutkan saat ini pemerintah dan TNI sedang diadu domba untuk memusuhi Presiden Joko Widodo. Ryamizard menegaskan jika ada pihak-pihak yang memusuhi Kepala Negara, Ryamizard siap melindungi.
"Panglima TNI itu panglima tertinggi, masa memusuhi Presiden. Itu nggak betul, itu pengkhianatan itu, kalau ada yang memusuhi Presiden, saya bamper-nya," ujar Ryamizard usai Silaturahim Bela Negara dengan para ulama di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (11/11/2016).
Ryamizard menegaskan siapapun tidak boleh memusuhi Presiden. Presiden seharusnya dijadikan sosok yang dihormati dan simbol pemersatu bagi semua pihak.
Ryamizard dulu juga pernah mengungkapkan hal tersebut kepada Presiden Abdurrachman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri.
"Nggak boleh, Presiden harus kita hormati, kalau Presiden tidak dihormati siapa lagi yang menghormati Presiden? Saya dulu sudah bicara dengan Gus Dur, Megawati juga dulu," tutur Ryamizard.
"Saya, kalau masalah Presiden tidak boleh diganggu atau terancam keselamatannya itu yang harus dipegang, tapi masalah politik, masalah hukum, tentunya semua tidak bisa menghadapinya termasuk saya," Ryamizard menambahkan.
Isu ada upaya mengadudomba pemerintah dan TNI muncul setelah gerakan 4 November.
Dalam beberapa hari terakhir, Presiden mengunjungi organisasi keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Selain itu, Presiden juga mengundang tokoh-tokoh agama ke Istana untuk berdialog tentang perdamaian bangsa. Kepala Negara juga mengunjungi Mabes TNI, Markas Korps Kopassus, Markas Korps Brimob Polri, dan Markas Korps Marinir.
BERITA MENAIK LAINNYA:
Ahok: Buat Apa Masuk ke Markas FPI, Satu Lawan 100
Kisah Cinta Antasari, Taklukkan Putri Pimpinan TNI Galak
Para Kyai dan Ulama Keluarkan Semua Uneg-uneg soal Ahok ke Jokowi
Jika Ahok Tersangka, Siapa Paling Diuntungkan? Ini Kata LSI
Ini yang Dilakukan Antasari Jika Diminta Gabung KPK Lagi
Berita Terkait
-
Jokowi Dinobatkan sebagai Sesepuh oleh 9 Raja Timor
-
Tak Hanya Politis, Ini Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Bumi NTT
-
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!