Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Rabu memutuskan untuk memangkas produksi minyaknya sebesar 1,2 juta barel per hari (bph). Selain itu, OPEC juga menetapkan pagu produksi minyak di 32,5 juta barel per hari.
Pengurangan produksi ini berlaku mulai 1 Januari 2017, merupakan pemotongan produksi minyak pertama kartel sejak 2008. Pengurangan ini sedang dikoordinasikan dengan negara produsen non-OPEC, Rusia, yang berjanji akan memangkas produksinya 300.000 barel per hari.
Menteri Energi Qatar Mohammed Al-Sada, Presiden OPEC, mengatakan kesepakatan itu dicapai dengan suara bulat kecuali untuk Indonesia, yang kini telah ditangguhkan keanggotaannya dari kartel.
Menurut data yang ditawarkan oleh OPEC, produsen minyak terbesar, Arab Saudi mengambil bagian terbesar dari pengurangan, 486.000 barel per hari.
Sementara itu, Iran diizinkan untuk memproduksi 3.79 juta barel per hari, sebuah angka moderat yang tampaknya konsisten dengan posisinya yang bersikeras untuk dibebaskan dari pengurangan minyak, mengatakan bahwa negara itu perlu memulihkan produksi minyaknya setelah pencabutan sanksi Barat.
Irak, yang diklaim dibebaskan dari pengurangan karena memerangi ekstrimis, juga bergabung dengan pengurangan, memangkar produksi minyak 210.000 barel per hari.
Dengan hasil tersebut, Arab Saudi, produsen terbesar dan pemimpin de facto kartel tampak membuat kompromi dan mengambil bagian terbesar dalam pengurangan produksi minyak.
Produksi minyak mentah OPEC naik ke rekor 33,83 juta barel per hari pada Oktober, sekitar sepertiga dari produksi minyak dunia, menurut Badan Energi Internasional (IEA), dan produksi dari 14 negara anggota kelompok itu telah naik selama lima bulan berjalan. Pada Oktober, pasokan OPEC mencapai hampir 1,3 juta barel per hari di atas tahun lalu.
IEA yakin bahwa jika negara-negara OPEC melaksanakan resolusi Aljir mereka, sebagai akibat pemotongan produksi kita akan melihat pasar bergerak dari surplus ke defisit yang sangat cepat pada 2017.
Negara-negara anggota OPEC telah bertemu di Aljir, ibu kota Aljazair, dan organisasi mengumumkan akan mengkaji bagaimana mengatur plafon produksi antara 32,5 juta barel per hari hingga 33,0 juta barel per hari.
Penurunan produksi minyak yang dijanjikan OPEC dan produsen non-OPEC akan lebih dari 1,5 juta barel per hari.
Tidak jelas apakah produsen non-OPEC lain, selain Rusia, akan dapat bergabung dengan pengurangan produksi minyak.
Keputusan OPEC diikuti oleh melompatnya harga minyak pada Rabu, namun analis masih meragukan apakah pemangkasan produksi tersebut bisa menyelamatkan pasar minyak.
John Hall Fei, ketua Alfa Energi mengatakan kesepakatan pengurangan bisa "menyelamatkan OPEC", tetapi akan membawa minyak serpih (shale oil) kembali, mencatat perusahaan-perusahaan minyak serpih AS senang dengan kesimpulan ini dan akan meningkatkan rig sesegera mungkin. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI
-
Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan
-
Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi
-
Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan
-
Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo