Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pemanfaatan industri konstruksi pracetak dan prategang memiliki kelebihan yakni lebih efisien, lebih ringan, lebih kuat dan ramah lingkungan.
Menindaklanjuti hal tersebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT. WIKA Beton sepakat untuk menjajaki peluang industrialisasi terhadap teknologi hasil penelitian Balitbang Kementerian PUPR. Demikian hasil rapat antara Balitbang Kementerian PUPR yang dihadiri oleh Kepala Pusat Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT) Rezeki Peranginangin, dan juga perwakilan Puslitbang Sumber Daya Air, Puslitbang Jalan dan Jembatan, Puslitbang Perumahan dan Permukiman dengan jajaran direksi PT. WIKA Beton, di Jakarta, Jumat (9/12/2016).
Beberapa teknologi yang dibahas antara lain Judesa (Jembatan untuk Desa), RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat), dan Box Tersier Irigasi berbahan Ferrocement. Tindak lanjut rapat tersebut, kedua pihak akan mengkaji lebih detil rencana industrialisasi ini pada awal 2017.
"PT. Wika Beton telah menyatakan minatnya untuk menjadi salah satu early adopters teknologi hasil litbang PUPR" kata Rezeki Peranginangin dalam keterangan tertulis, Senin (12/12/2016).
Ditambahkannya PT. WIKA Beton tidak perlu khawatir, karena banyak program pemerintah yang akan menjadi pasar dari teknologi hasil Balitbang jika diindustrialisasi. Ia mencontohkan bahwa sesuai Permendes No. 21 Tahun 2015, beberapa peruntukan prioritas program Dana Desa adalah untuk pembangunan sekolah, posyandu, jembatan, dll. Teknologi RISHA dan Judesa sangat potensial untuk bisa dipasarkan.
Selain itu, kata Rezeki, Kementerian PUPR juga memiliki Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3TGAI) dengan rencana alokasi pada TA. 2017 sekitar Rp 600 miliar. Teknologi Box Tersier berbahan Ferrocement cocok diproduksi secara massal mengingat harga yang kompetitif, serta bahannya yang ringan dan kuat sehingga anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dapat memasangnya dengan mudah di lapangan.
Belum lagi jika melirik program penyediaan Rumah Khusus dengan target sebanyak 11.000 unit pada TA. 2017. Tentu saja RISHA yang diproduksi dalam bentuk smart package dapat turut berkontribusi memenuhi target backlog perumahan nasional.
Dalam rapat tersebut, PT. Wika Beton juga berminat untuk menjajaki pendanaan bagi penerapan purwarupa produk hasil litbang Kementerian PUPR melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN tersebut.
Hari Respati, Direktur PT. WIKA Beton mengatakan bahwa pihaknya antusias dalam penerapan teknologi Balitbang Kementerian PUPR. “Kami sudah berkomitmen untuk menerapkan teknologi Balitbang sebagai salah satu program CSR kami. Kemudian jika akan industrialisasi, kami akan optimalkan pabrik-pabrik di 11 lokasi, yaitu Medan, Lampung, Lampung Selatan, Subang, Karawang, Bogor, Majalengka, Boyolali, Surabaya, Makassar, dan Batam” ujarnya.
Baca Juga: Tambahan 30 Unit Hidran Umum Berfungsi Hari Ini
Sebagai tindak lanjut dari rapat tersebut, Tim Balitbang bersama PT. WIKA Beton akan melakukan survey bersama di beberapa lokasi CSR, serta mengkaji lebih detail rencana industrialisasi pada awal tahun 2017.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China
-
Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek