Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah membangun Underpass Simpang Lima Mandai di Kota Makasar, Sulawesi Selatan. Underpass ini diharapkan akan mengatasi kemacetan yang sering terjadi di persimpangan ini akibat pertemuan kendaraan dari Kota Makasar menuju Kabupaten Maros dan Bandara Sultan Hasanuddin, demikian juga sebaliknya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu saat meninjau underpass di Makasar meminta agar, sistem drainase untuk diperhatikan. "Karena di banyak tempat, di Underpass sering muncul genangan air setelah hujan deras,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/12/2016).
Sementara Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar Bastian S. Sihombing mengungkapkan bahwa, Underpass ini lokasinya disimpang bandara yang menghubungkan Maros, Makassar, Bandara. "Lalu lintasnya cukup padat dan sering terjadi kemacetan sehingga dari hitungan kelayakan maka kita bangun inftastruktur tidak sebidang tersebut yaitu underpass ," katanya.
Underpass itu menurutnya sangat penting sekali dibangun karena lalu lintas yang masuk dari Maros menuju Makassar itu padat sekali demikian juga sebaliknya. "Dibangunya Underpass ini sudah sangat tepat, karena banyak orang yang ingin masuk bandara itu banyak yang sering terlambat karena mengalami kemacetan, "terangnya.
Dikatakannya, Underpass yang menghubungkan Maros hingga Makassar ini diharapkan bisa selesai pada April 2017. Lebih cepat dari target yang ditentukan pada September 2017, sehingga kepadatan lalu lintas di ruas jalan tersebut bisa berkurang. Sedangkan sampai saat ini progres dari underpass telah mencapai 68 persen dengan nilai kontrak 169,6 milyar, serta kontraktor pelaksana yang menangani pekerjaan tersebut PT. Adhi Karya dan PT. Wijaya Karya.
Jika underpass bisa digunakan pada April mendatang kata Bastian, tentunya akan membantu mengurai kemacetan saat Hari Raya Lebaran mendatang karena jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Bandara hingga Kota Makassar.
"Terlebih lagi pada saat Lebaran mendatang, pasti volume kendaraan akan bertambah dan bisa dipastikan akan macet. Meski ada macet, tapi bebannya tidak akan seperti dulu dan underpass ini bisa mengurangi kepadatan lalu lintas," tambahnya.
Terkait masalah drainase seperti apa yang disampaikan oleh Menteri PUPR menurut Bastian pihaknya menyiapkan satu pompa permanen di underpass tersebut untuk mengantisipasi genangan air yang muncul akibat hujan yang sangat deras.
Underpass ini menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun anggaran 2015-2017 dengan panjang efektif 1.050 meter, sementara untuk panjang konstruksi underpass-nya yakni 120 meter dengan lebar 2 x 9 meter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia
-
Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke
-
BULOG Tindak Lanjuti Laporan Warga di Karawang, Perkuat Pengendalian Hama Gudang
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo
-
Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global
-
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH
-
Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas
-
Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global
-
Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga
-
Kabar Tokopedia PHK Ribuan Karyawan, GOTO Bilang Begini