PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) makin agresif memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai daerah. Dalam bulan ini misalnya, PGN menambah pelanggan baru di sektor UKM hingga industri di 9 kota.
"Kita terus genjot pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, agar semakin banyak masyarakat, UKM, usaha komersial hingga industri menikmati gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan dari PGN," kata Vice President Corporate Communicarion PGN, di Jakarta, Jumat (30/12/2016).
Irwan mengungkapkan, dalam Desember ini PGN menyalurkan gas bumi ke pelanggan baru khususnya pelanggan industri di 9 kota. Seperti di Area Batam PGN menambah pasokan gas bumi ke PT Accord Mandiri Batam, Hotel Best Western Premier Panbil Batam, PT Fastcoat hingga ke Rumah Makan Mie Tarempa.
Kemudian di Bekasi, bulan ini PGN memasok gas bumi ke PT Oceancash Felts, PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia, lalu di Pasuruan PGN memasok ke PT Tirta Sukses Perkasa ( Indofood Group ), di Jakarta ke Hotel Alila SCBD, di Medan ke PT Madani, Tangerang ke PT Indorack Multikreasi, dan Karawang ke PT Tenang Jaya Sejahtera.
"Ada 9 kota yang bulan ini kita perluas penyaluran gas bumi bagi pelanggan baru, mulai di Batam, Bekasi, Pasuruan, Bogor, Jakarta, Surabaya, Medan, Tangerang, Karawang," ungkap Irwan.
Irwan menambahkan, energi baik gas bumi yang bersih dan lebih efisien dibanding bahan bakar lainnya membuat masyarakat makin berminat untuk beralih dan menjadi pelanggan PGN. Dengan beralih ke gas bumi, pelanggan dapat menghemat biaya.
Salah satu contoh pelanggan yang beralih ke gas bumi yakni Rumah Makan Mie Tarempa, di Kota Batam, Kepulauan Riau. Rumah makan ini sebelumnya menggunakan bahan bakar LPG (Liquefied Petroleum Gas) untuk memasak setiap harinya. Konsumsi LPG Rumah Makan Mie Tarempa sekitar 200 tabung LPG ukuran 12 kg per bulan. Dengan biaya total sekitar Rp 25.200.000/bulan. Harga LPG 12 Kg Rp 126.000 di luar biaya antar.
Dengan beralih menggunakan gas bumi PGN, Rumah Makan Mie Tarempa ini hanya membayar Rp 3.405/m3. Konsumsi gasnya sekitar 2.000-3.000 m3/bulan. Sehingga rumah makan ini hanya membayar sekitar Rp 9,5 juta/bulan. Artinya, dengan beralih ke gas bumi PGN, rumah makan ini bisa hemat pengeluaran dari biaya bahan bakar untuk memasak sekitar Rp 15,7 juta/bulan atau Rp 188 juta/tahun.
"Ini satu contoh betapa besarnya manfaat gas bumi bagi masyarakat. Makanya PGN terus agresif membangun infrastruktur gas di berbagai daerah, agar makin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat besar dari gas bumi," tambah Irwan.
Baca Juga: Pakai Gas Bumi PGN, Usaha Mie Tarempa Berhemat Rp15 Juta/Bulan
Gas bumi yang disalurkan PGN saat ini telah dinikmati lebih dari 119.960 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.929 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.630 industri berskala besar dan pembangkit listrik.
Pelanggan PGN yang menikmati gas bumi tersebut dialirkan melalui infrastruktur pipa gas bumi yang tersebar diberbagai daerah, mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Kalimantan Utara serta Papua.
Hingga saat ini PGN memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 7.200 km atau sekitar 78% jaringan pipa gas hilir nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan
-
Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah
-
Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan
-
AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah
-
Emiten UVCR Perluas Distribusi Voucher Digital, Sasar Mobile Banking
-
Bahlil Bawa Kabar Kurang Enak Soal CNG
-
Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal
-
Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target
-
PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan