Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu penyelesaian pembangunan/rehabilitasi venue dan pembangunan wisma atlet baik di Kemayoran, Jakarta dan wisma atlet Jakabaring di Palembang untuk mendukung Asian Games XVIII 2018. Disamping venue dan wisma atlet, Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan di kedua lokasi tersebut.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo menyatakan penataan kawasan di GBK dan Wisma Atlet Kemayoran akan memasuki tahap konstruksi paling lambat pada Maret 2017 dan ditargetkan selesai bersamaan dengan rehabiltasi sejumlah venue di GBK pada Oktober 2017.
“Saat ini sedang menunggu persetujuan master plan penataan kawasan GBK sehingga setelah persetujuan bisa langsung dilelang untuk masuk tahap konstruksi, mudah-mudahan Maret sudah mulai dan target untuk penataan kawasan selesai dalam sekitar 7 bulan ke depan,”ujar Sri Hartoyo di Jakarta, Selasa (10/1/2017).
Penataan kawasan GBK dilakukan untuk menciptakan kualitas ruang luar bangunan venue yang lebih baik namun dapat menyatu dengan bangunannya. Perbaikan juga dilakukan terhadap sarana dan prasarana luar bangunan seperti gerbang, loket, pedestrian, parkir, pagar, tempat duduk, toilet. Kemudian penanda kawasan, food court, playground, outdoor gym dan tempat sampah.
Berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Infrastruktur Asian Games 2018 per 6 Januari 2017, pembangunan/rehabilitasi venue GBK rata-rata sebesar 18,32 persen dari rencana 21,2 persen untuk seluruh paket pekerjaan rehabilitasi venue yang terbagi mulai dari AG 1 sampai dengan AG 6. Sedangkan untuk paket pekerjaan AG 7 telah terkontrak pada 7 Desember 2016 lalu dan saat ini dalam tahap persiapan konstruksi.
Pekerjaan pelaksanaan pembangunan/rehabilitasi venue GBK terbagi tujuh paket yaitu AG 1 (Stadion Utama), AG 2 (Training Facility), AG 3 (Stadion Renang), AG 4 (Lapangan Hoki, Panahan, dan Sepakbola A/B/C), AG 5 (Istora), AG 6 (Stadion Tenis Indoor dan Centercourt) dan AG 7 (Stadion Madya, Stadion Softball, Baseball dan Gedung Basket).
Pada Paket AG 1 atau Stadion Utama yang menjadi pekerjaan konstruksi terbesar, saat ini sudah menyelesaikan pembongkaran kursi tribun, dan memasuki tahap pekerjaan perletakan lapisan koral pada Field of Play (FOP) atau lapangan permainan. Selain itu saat ini juga tengah dilakukan pekerjaan pencucian struktur rangka atap sebelum pekerjaan pengecatan .
Lalu untuk pekerjaan lapangan untuk venue Training Facility atau AG 2 saat ini dalam tahap pekerjaan pembongkaran gedung voli dan pembesian bore pile. Sementara Paket AG 3 untuk rehabilitasi Stadion Renang sudah memasuki tahap pengecoran lantai kolam tanding dan pembesian balok lantai trap tribun.
Baca Juga: Basuki Tegaskan Pembangunan Infrastruktur untuk Atasi Kemiskinan
Pekerjaan Paket AG 4 sedang dalam tahap penyelesaian (finishing) gelar base lapangan sepakbola A dan pembesian dan bekisting kolam tribun panahan. Untuk pekerjaan Istora (AG 5) saat ini sedang dalam proses pemasangan kusen jendela alumunium dan pembuatan struktur bangunan baru.
Selanjutnya untuk pekerjaan Stadion Tennis Indoor (AG 6) saat ini dalam tahap pengaspalan FOP Tenis Centercourt dan pemasangan rangka atap bangunan Tenis Indoor.
Untuk pembangunan Wisma Atlet Kemayoran tercatat saat ini telah mencapai 44,39 persen dari rencana 41,98 persen. Pada 29 Desember 2016 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Basuki telah melakukan topping off atau pengecoran akhir atap Rumah Susun (Rusun) atau Wisma Atlet di Kemayoran.
Menara Rusun yang telah mencapai pengecoran lantai terakhir yakni Blok D10 Menara 1 dan 3 (24 lantai) yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya dan Block C2 Menara 1 dan 3 (18 lantai) yang dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya.
Seperti diketahui bahwa Wisma Atlet Kemayoran akan memiliki 10 menara. Tiga menara rumah susun (rusun) dibangun di Blok C2 di atas lahan seluas 27.654 meter persegi dengan kapasitas 1.932 unit hunian dan tujuh menara di Blok D10 di atas lahan seluas 79.400 meter persegi dengan 5.496 unit hunian.
Sementara untuk pembangunan Wisma Atlet Jakabaring tercatat saat ini telah mencapai 89,4 persen dari rencana 87,9 persen. Bangunan Wisma Atlet di Jakabaring terdiri dari 2 Tower dengan jumlah 5 lantai.
Berita Terkait
-
Basuki Tegaskan Pembangunan Infrastruktur untuk Atasi Kemiskinan
-
Dua Rusunawa Untuk Mahasiswa dan Santri di Sulsel Diresmikan
-
Dana Talangan Percepat Penyelesaian Pembangunan Jalan Tol
-
Subsidi Bantuan Uang Muka Rumah Ditargetkan 550 Ribu Unit di 2017
-
Tol Batang-Semarang Ditargetkan Beroperasi Desember 2018
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan