Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan selain Undang-Undang yang mendukung dan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan sampai 3 shift, dana talangan untuk pembebasan lahan dari badan usaha menjadi salah satu faktor pendukung cepatnya pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol. Hal tersebut diungkapkan Presiden saat melihat cepatnya pembangunan jalan tol Batang-Semarang, di Batang Jawa Tengah, Senin (9/1/2017).
"Ini bisa cepat karena yang pertama pembebasan lahan cepat karena undang-undangnya memberikan dukungan. Kedua, karena memang kita memiliki dana talangan, ini yang mempercepat pembayaran (pembebasan lahan) dari dana talangan itu. Ketiga, memang dikerjakan tidak hanya satu shift. Nanti di lapangan akan kelihatan realisasi dalam lima tahun sudah berapa kilometer yang dibangun," tutur Presiden dalam keterangan tertulis, Rabu (11/1/2017).
Presiden melanjutkan dengan cepatnya proses pembebasan lahan, tentunya pekerjaan konstruksi bisa dikebut dengan 3 shift kerja. Diketahui, hingga akhir 2016, total dana talangan yang berhasil dihimpun dari 32 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah mencapai Rp32,61 triliun. Sebagian dari dana talangan tersebut telah disalurkan untuk sejumlah proyek jalan tol Trans-Jawa, Trans-Sumatera, Jabotabek, dan sejumlah ruas tol lainnya. Sebelumnya, Presiden sendiri telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 102 Tahun 2016 tentang Pendanaan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, bahwa dari total dana talangan Rp 32,61 triliun, yang sudah dibayarkan kepada warga sebesar Rp 12,24 triliun. Untuk pembayaran kembali dari Pemerintah kepada Badan Usaha akan melalui LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara).
“Sekarang saya menunggu PMK (Peraturan Menteri Keuangan)-nya, dan telah menyiapkan Permen PUPR-nya. Jadi begitu PMK keluar maka saya akan tandatangan Permen PUPR-nya, dan bisa dibayar,” tutur Menteri Basuki dalam kesempatan yang sama.
Untuk tahun 2017, tambah Menteri Basuki, LMAN akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 20 triliun, namun itu mencakup semua Proyek Strategis Nasional (PSN), tidak hanya jalan tol saja. “Besar anggaran tersebut dianggarkan untuk (pembebasan lahan) bendungan, pembangkit listrik dan lain-lain,” tutur Menteri Basuki.
Menteri Basuki juga mengapresiasi koordinasi yang baik dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sehingga turut mempercepat proses pembebasan.
“BPN yang dikomandoi Ibu Dirjen Pengadaan Tanah itu juga besar sekali pengaruhnya terhadap percepatan, jadi apabila ada masalah selalu didatangi dan diputuskan di lapangan,” kata Menteri Basuki.
Sedangkan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, untuk pembebasan lahan jalan tol khususnya tol trans Jawa menunjukan perkembangan yang positif,dibandingkan di bulan yang sama tahun sebelumnya. Untuk pembebasan lahan jalan tol trans Jawa umumnya sudah selesai diatas 80 persen, seperti di Pemalang-Batang 81 persen, Batang-Semarang Seksi 1 100 persen, Semarang-Solo diatas 90 persen.
Baca Juga: Subsidi Bantuan Uang Muka Rumah Ditargetkan 550 Ribu Unit di 2017
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Berapa Harta Kekayaan Hotman Paris? Intip Properti dan Koleksi Mobil Mewahnya
-
Paling Lemah di Asia, Rupiah Terus Keok Lawan Dolar AS
-
BUMN-BUMN Tak Lagi Cuan dari Bisnis Hotel, Semua Dipegang InJourney
-
Nasib 2,3 Juta Keluarga Petani Tembakau Tak Jelas dengan Adanya Aturan Baru
-
Indonesia International Financial Center Dimulai di Jakarta, Bali Disiapkan Jadi Hub Keuangan Global
-
Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya
-
IHSG Ambruk ke Level 6.200 Pagi Ini, Cek Saham Migas
-
Bank Jago Tunjukkan Kekuatan Bank Digital, Aset Tembus Rp41,4 Triliun dan Catat Laba Rp189 Miliar
-
Ulasan Lassie Come-Home: Kisah Kesetiaan Anjing yang Menembus Jarak dan Waktu
-
DPRD DKI Minta Pemprov Kebut Penataan Kabel Semrawut Jakarta, Jangan Tunggu Korban Lagi