Sebanyak dua rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang diperuntukan bagi mahasiswa dan santri di Sulawesi Selatan, Rabu (11/1/2017) diresmikan. Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR ) Basuki Hadimuljono meresmikan kedua Rusun tersebut yakni Rusunawa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Amsir di Kota Pare Pare dan Rusunawa Pondok Pesantren (Ponpes) Rahmatul Asri di Kabupaten Enrekang.
"Kami (Kementerian PUPR) sangat mendukung Kota Pare-pare sebagai kota alternatif pendidikan di Provinsi Sulsel. Salah satunya dengan membangun Rusunawa bagi mahasiswa dan santri. Adanya Rusunawa diharapkan dapat mendukung kualitas pendidikan bagi generasi muda Indonesia di dua daerah tersebut," kata Syarif Burhanuddin dalam keterangan tertulis, Rabu (11/1/2017). Acara peresmian ini dipusatkan di Kota Pare Pare dan dihadiri oleh Wakil Walikota Pare-Pare Faizal Andi Sapada.
Menurut Syarif, generasi muda Indonesia ke depan mau tidak mau harus belajar hidup di hunian vertikal mengingat lahan perumahan yang semakin minim. Perguruan tinggi sebagai tempat belajar terkadang mahasiswanya juga berasal dari luar kota dan membutuhkan hunian yang layak untuk beraktifitas sekaligus menuntut ilmu.
Rusunawa Mahasiswa STIH Amsir merupakan Rusun 3 lantai yang terdiri dari 1 twin blok dengan jumlah kamar 56 unit tipe 24 m2 dan dapat menampung 112 mahasiswa. Biaya pembangunannya sebesar Rp 14 Milyar. Sementara Rusun Ponpes Rahmatul Asri Enrekang juga merupakan satu Rusun 3 lantai dengan jumlah kamar 12 unit berukuran 75 m2 yang dapat menampung 152 santri dengan biaya pembangunan Rp8 miliar.
Kementerian PUPR sendiri, tambah Syarif, juga telah melengkapi fasilitas seperti listrik, air bersih, prasarana umum serta furnitur seperti meja kursi, lemari pakaian dan tempat tidur pun telah tersedia di setiap unit Rusun yang dibangun pemerintah. Hal ini bertujuan agar masyarakat, mahasiswa dan santri maupun abdi negara dan anggota TNI/Polri lebih nyaman tinggal di Rusun.
"Sekarang jangan pusing-pusing lagi jika ingin tinggal di Rusun. Fasilitasnya mulai dari listrik, air dan PSU sekarang lengkap dan tersedia di setiap Rusun," terangnya. Namun Syarif juga meminta kepada para penghuni Rusun untuk merawat bangunan itu dengan baik sehingga dapat bertahan lama dan dimanfaatkan hingga generasi yang akan datang.
Pemerintah, tambah Syarif menyadari kebutuhan Rusun ke depan semakin meningkat akibat keterbatasan lahan. Oleh karenanya disamping pemerintah pusat, peran dari pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong pembangunan rumah masyarakat ke arah vertikal.
"Rata-rata per tahun pemerintah hanya mampu membangun 10 ribu unit Rusun," jelasnya.
Baca Juga: Dana Talangan Percepat Penyelesaian Pembangunan Jalan Tol
Sementara itu, Wakil Walikota Pare-Pare Faizal Andi Sapada yang juga Ketua Yayasan Amsir menuturkan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas dibangunnya Rusun oleh pemerintah. Dirinya mengungkapkan, Kota Pare-pare ke depan dicanangkan sebagai salah satu alternatif kota pendidikan di Sulsel.
"Banyak sekali lembaga pendidikan di Kota Pare-pare ini dan jumlah mahasiswanya diperkirakan lebih dari 16 ribu orang. STIH Amsir sendiri memiliki jumlah mahasiswanya sekitar 4.000 orang dimana 60 persen di antaranya berasal dari luar kota," katanya.
Adanya Rusunawa bagi mahasiswa ini diharapkan selain memberikan dampak positif untuk perkembangan pendidikan juga dapat membantu mereka yang berasal dari luar kota.
Untuk mengelola Rusunawa ini, katanya, pihak kampus telah menerbitkan SK Pengelola Rusunawa sesuai aturan dari Kementerian PUPR. "Mahasiswa yang ingin tinggal di Rusunawa ini wajib tanda tangan perjanjian untuk menjaga ketertiban. Bahkan ada mahasiswa yang ingin langsung pindah ke Rusunawa ini setelah diresmikan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN