PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) secara resmi memasuki kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II mulai tahun 2017.
"Tahun ini kami resmi masuk kelompok BUKU II dengan modal inti mencapai Rp1,17 triliun," kata Direktur Utama PT Bank Sulutgo Jeffry Dendeng di Manado, Sulawesi Utara, Senin (16/1/2017).
Dia mengatakan Bank Sulutgo dapat masuk kelompok BUKU II karena komitmen dari seluruh pemegang saham untuk menambah modal sehingga mencapai Rp1,17 triliun.
"Ini komitmen yang harus kita jalankan bersama secara bertanggung jawab dan berusaha mencapai semua target pada tahun 2017," jelasnya.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sulut, Gorontalo dan Maluku Utara Elyanus Pongsoda mengungkapkan kinerja Bank Sulutgo harus digenjot sehingga monitoring akan terus dilakukan.
"Dari rasio keuangan cukup bagus, oleh karena itu kami menekankan pada penguatan permodalan. Kami mengimbau deviden jangan diambil semua tapi dijadikan modal," ungkapnya.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulut Soekowardojo mengungkapkan dalam RUPS Tahunan PT Bank Sulutgo yang paling mendasar diputuskan yakni penyertaan modal, kualitas sumber daya manusia dan teknologi yang digunakan.
"Untuk SDM, penting untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja, terlebih Bank SulutGo masuk ke dalam kelompok BUKU 2," ungkapnya.
Baca Juga: Genjot Likuiditas, Bank Sulutgo Berburu Dana Murah
Oleh karena itu dibutuhkan peningkatan kualitas SDM agar bisa bersaing dengan bank lain. Selain itu adalah penggunaan IT untuk menunjang kinerja. "Tanpa hal tersebut tidak akan terwujud," katanya.
Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/26/PBI/2012 tanggal 27 Desember 2012 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti, menetapkan adanya empat kelompok usaha bank berdasar modal intinya.
Keempat kelompok bank itu adalah BUKU 1 yaitu bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun, BUKU 2 yaitu bank dengan modal inti Rp1 triliun sampai dengan kurang dari Rp5 triliun, BUKU 3 yaitu bank dengan modal inti Rp5 triliun sampai dengan kurang dari Rp30 triliun dan BUKU 4 yaitu bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto