Suara.com - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menggencarkan kampanye "Yuk Nabung Saham" sebagai salah satu upaya edukasi investasi bagi masyarakat, khususnya di pasar modal.
"Kampanye itu masih terus kami lakukan karena hingga saat ini persentase investor domestik masih kecil dibanding investor mancanegara," kata Kepala Perwaklan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Minggu (12/2/2017).
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang melek investasi, angka korban investasi bodong bisa diminimalkan.
Meski hingga saat ini cukup banyak warga Yogyakarta yang mulai melek investasi, namun jumlahnya masih perlu ditingkatkan. Hal itu, menurut dia, jumlah investor di Indonesia secara umum masih dikuasai oleh asing.
"Sampai sekarang jumlah investor di Indonesia berjumlah 400 ribu orang. Dari jumlah itu, investor lokal hanya 37 persen," kata dia.
Selain meningkatkan jumlah investor pasar modal, kampanye "Yuk Nabung Saham", menurut Irfan, juga dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat memilih wahana investasi yang tepat.
Kampanye "Yuk Nabung Saham" kerap kali dilakukan melalui Galeri Investasi BEI (GI BEI) yang ada di kampus. Hingga 2016 GI BEI terbentuk di 27 kampus di DIY dengan didukung 17 perusahaan sekuritas.
Ia menyebutkan, berdasarkan data BEI DIY jumlah investor pasar modal di daerah itu hingga Desember 2016 mencapai 22.291 orang, atau meningkat signifikan dibanding 2015 sebanyak 14.952 investor.
Dengan jumlah investor yang terus meningkat, menurut dia, dari sisi transaksi juga menunjukkan angka yang menggembirakan yakni rata-rata Rp269 miliar per bulan. Tren itu meningkat dibandingkan 2015 yang rata-rata mencapai Rp245 miliar. [Antara]
Baca Juga: 5 Robot dengan Keahlian Unik
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
-
Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi
-
Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU