Suara.com - Hari Sabtu (18/2/2017), kemarin, muncul kabar Chappy Hakim mengundurkan diri dari jabatan Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia. Kabar tersebut membuat beberapa pihak kaget karena dia belum lama menjabat. Kabar tersebut muncul beberapa hari setelah Chappy ribut dengan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Hanura Mochtar Tompo.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Yudha belum tahu kenapa Chappy mundur dari perusahaan tambang asal Amerika Serikat.
"Kami sampai ini masih menunggu, apa yang membuat Chappy ini mundur. Kalau terkait insiden dengan salah satu anggota komisi VII, saya tidak bisa menilai itu ada aspek politis atau tidak. Toh, beliau masih di Freeport, hanya di dewan penasehat," kata Satya di gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).
Satya berharap pengganti Chappy mampu meyakinkan Freeport McMoran bahwa peraturan yang dibuat pemerintah Indonesia demi menjaga situasi investasi.
"Freeport kan sudah ada di Indonesia 48 tahun. Jadi siapa pun yang duduk di dalam industri multi nasional yang strategis harusnya putra Indonesia yang mampu meyakinkan kantor pusatnya," ujarnya.
Status kontrak Freeport Indonesia dari kontrak karya menjadi izin usaha pertambangan khusus masih belum menemukan kesepakatan dengan pemerintah. Pasalnya, syarat yang diajukan Freeport terkait pajak naildown belum dikabulkan pemerintah dalam IUPK.
Freeport dikabarkan belum mau menerima IUPK yang diberikan pemerintah. Sebab, IUPK yang diterbitkan pemerintah tidak memberikan jaminan stabilitas jangka panjang untuk investasi Freeport.
Berita Terkait
-
Pakar Pertahanan: Kesiapan Negara Hadapi Perang Modern Tercermin dari Kehidupan Sehari-hari
-
Chappy Hakim: Era Smart War Dimulai, AI dan Drone Ubah Strategi Perang Modern
-
Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak
-
Perusahaan Indonesia dan AS Teken 11 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp648 Triliun
-
Jadi Penyumbang Produksi Terbesar, Kapan Tambang Bawah Tanah Freeport Bisa Operasi Kembali
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H