Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong masyarakat di Indonesia untuk mendukung program pemerintah memberantas ketimpangan.
Menurutnya, salah satu cara yang tepat untuk mengatasi masalah ketimpangan di Indonesia adalah patuh membayar pajak sehingga pemerintah dapat membiayai berbagai program pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Pajak bisa menjadi instrumen efektif untuk mengatasi ketimpangan dengan progressive rate dan ability to collect.
"Gimana caranya, Hal penting dalam mengatasi ketimpangan melalui pajak adl memastikan orang-orang tidak bersembunyi di lokasi-lokasi “tax heaven”, kata Ani dalam peluncuran Laporan Ketimpangan Menuju Indonesia Setara di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017).
Ia mengungkapkan, negara harus melakukan investasi besar-besaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program-program seperti akses pendidikan dan kesehatan untuk seluruh rakyat memerlukan biaya besar, dan itu diperoleh dari pajak. Karena itulah Sri mengajak para pengusaha memenuhi kewajibannya membayar pajak.
"Kalau kita ingin 250 juta penduduk jadi aset, bukan liability, kita harus investasi. Kalau rakyat tidak dapat akses pendidikan dan kesehatan yang baik, akan jadi liability. Ini serius, saya ingin dapat dukungan dari anda semua," tegasnya.
Ani mengatakan,masih banyak warga negara yang belum memenuhi kewajibannya membayar pajak. Oleh sebab itu, Kementerian Keuangan tengah berusaha mengejar pajak ujung-ujungnya demi kemakmuran rakyat.
"Maka dari itu kami mengimbau kepada masyarakat turut andik dalam memberantas ketimpangan ini salah satunya dengan tertib membayar pajak," ujarnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Minta Freeport Ikuti Aturan Main Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih