Suara.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf berencana menawarkan investasi disektor perfilman dan bioskop kepada investor asing. Salah satunya adalah Korea Selatan.
Korsel sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi disektor tersebut. Hal ini dilakukan pasca dikeluarkannya sektor perfilman dari Daftar Negatif Investasi pada awal tahun lalu yang dikeluarkan dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X.
“Sebelum ada revisi memang sudah banyak yang berminta investasi di sektor ini, seperti perusahaan asal Cina, Korea, India dan masih banyak lagi. Dengan adanya revisi ini, kami yakin minatnya akan semakin banyak. Kami siap menawarkan investasi di sektor ini,” kata Triawan Munaf dalam konferesi pers di Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017).
Ketertarikan Korea Selatan investasi di sektor perfilman dan bioskop ini bukan soal dana pembuatan perfilman, melainkan lebih kepada integrated Box Office system atau sistem Box Office yang terintergrasi.
Sistem tersebut dimaksudkan agar publik mendapatkan informasi yang transparan tentang jumlah penonton film bioskop di Indonesia.
“Kami sudah mendapat kesanggupan dari Korea Selatan untuk hibah bagi pembiayaan penerapan sistem IBOS. Jadi kami berharap sistem ini bisa cepat diterapkan di Indonesia,” katanya.
Nilai hibahnya mencapai 5,5 juta dollar Amerika Serikat. Hibah yang dilakukan juga mencakup pelatihan dan pendampingan dari negara tersebut. Sistem ini akan mencatat penjualan tiket bioskop secara online dari tiap layar pertunjukan secara real time, sehingga nantinya bisa menjadi basis data perfilman nasional.
"IBOS itu transparansi kalau orang film diputar filmnya di bioskop, dia tahu berapa penonton hari ini dan jam ini. Secara online nanti bentuknya, semua orang bisa akses," kata Triawan.
Menurut dia, hampir semua negara memiliki sistem itu. "Indonesia belum ada. Banyak yang kita ketinggalan," ujarnya.
Baca Juga: Target Investasi 2018 Naik Rp200 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina