Pertumbuhan entrepreneur diberbagai sektor terus tumbuh dangan sangat pesat. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 mencatat adanya kenaikan 4 juta entrepreneur dalam kurun waktu 10 tahun belakangan. Salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan paling pesat diantaranya startup digital. Data Asosiasi Fintech Indonesia mencatat sudah ada sekitar 140 startup yang bergerak khusus di fintech saja pada tahun 2016.
Namun, kuantitas entrepreneur saja tentunya tidak cukup untuk membantu menyokong pertumbuhan ekonomi tanah air. Banyak entrepreneur yang membuat bisnis, namun akhirnya tidak mampu menghadapi tantangan persaingan yang tinggi dan kemudian mati suri.
Endeavor Indonesia, organisasi nirlaba yang fokus pada pengembangan high impact entrepreneur, melihat tren ini sebagai peluang dan tantangan. “Dalam bidang kewirausahaan, kualitas lebih penting daripada kuantitas. Entrepreneur harus mampu memberikan dampak terhadap masyarakat, menyokong ekosistem kewirausahaan, dan menjadi katalisator bagi ekonomi,” kata Harun Hajadi, Endeavor Indonesia Board Chairman dalam keterangan resmi, Jumat (17/3/2017).
Sebagai gambaran, 19 Endeavor Entrepreneur dari 17 perusahaan mampu menciptakan sebanyak 6.340 lapangan pekerjaan baru dan kontribusi terhadap ekonomi sebesar IDR 2,2 triliun di tahun 2015. Saat ini Endeavor Indonesia sudah memiliki 35 entrepreneur dari 28 perusahaan di dalam jaringannya.
“Kami percaya bahwa high impact entrepreneur dapat menciptakan siklus kewirausahaan kondusif, yang secara jangka panjang mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Scale-Up Indonesia hadir sebagai wadah untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat dan mendukung lebih banyak lagi high impact entrepreneur,” tambahnya.
Scale-Up Asia 2017 yang diadakan di Jakarta, Rabu (15/3/2017) merupakan solusi untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan Indonesia. Dalam acara ini, Endeavor Indonesia mempertemukan lebih dari 1.000 orang entrepreneur muda, dengan CEO, investor, pebisnis, tokoh pemerintahan terkemuka di Indonesia untuk berdiskusi dan mengembangkan jaringan demi usaha mencetak high impact entrepreneur.
“Diskusi-diskusi ini akan berujung pada bagaimana menciptakan bisnis yang mampu memberikan solusi atas problema di masyarakat dan bagaimana bisnis yang sudah terbangun dapat berkembang dan berkelanjutan,” tambah Harun.
Baca Juga: Bukopin Gandeng KIBAR Bikin Incubator Startup Fintech
Berita Terkait
-
OJK Klaim Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Indonesia Terjaga
-
Tunaiku Prioritas Bantu Penuhi Kebutuhan Financial Anda
-
Jokowi Segera Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK ke DPR
-
2016, Baru 29,66 Persen Masyarakat Indonesia Melek Jasa Keuangan
-
Ini Sebab Tingginya Konflik Konsumen dengan Usaha Jasa Keuangan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik
-
Tembus 3,55 Persen di Januari 2026, Purbaya Klaim Inflasi Reda Setelah Maret
-
Pertamina Resmi Satukan Tiga Anak Usaha ke Subholding Downstream
-
Dolar AS Perkasa, Rupiah Turun ke Level Rp16.805
-
Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram
-
IHSG Perlahan Naik Bukit, Melesat 0,48% di Kamis Pagi
-
Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan
-
Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara
-
IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham
-
Tiket Konser Westlife Ludes, Emiten IRSX Ungkap Permintaan Pasar Hiburan Masih Sangat Kuat