Kemarin, Senin (3/4/2017), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menyambangi masyarakat Suku Bajo di kawasan Mola Raya, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Menteri Susi sengaja datang kembali untuk membantu masyarakat nelayan menanggulangi masalah kebersihan dan kesehatan yang dijumpainya pada kunjungan sebelumnya, Kamis (23/3/2017).
Kedatangan Menteri Susi kali ini didampingi oleh Bupati Wakatobi H. Arhawi, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) Brahmantya Satyamurti, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (DJPSDKP) Eko Djalmo Asmadi, Dirjen Perikanan Tangkap (DJPT) Sjarief Widjaja, dan Dirjen Perikanan Budidaya (DJPB) Slamet Soebjakto, serta Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Zulficar Mochtar.
Pada kunjungan kerja kali ini, tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama wargaSuku Bajo dari lima desa di kawasan Mola Raya yaitu Mola Utara, Mola Bahari, Mola Selatan, Mola Samaturu, dan Nelayan Bhakti melakukan kerja bakti membersihkan sampah-sampah yang berserakan di sekitar lingkungan tempat tinggal warga. Sampah ini telah menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.
KKP menyediakan berbagai peralatan seperti excavator, mobil roda tiga, sekop, cangkul, sapu lidi, pacul, gerobak, skopnet, pengait sampah/gancu, dan karung sampah untuk keperluan kerja bakti. KKP bersama-sama warga juga menyiapkan tempat pembuangan akhir sampah-sampah tersebut.
Dalam kerja bakti ini juga dilakukan perbaikan sarana mandi cuci kakus (MCK) di kawasan Mola Raya yang sudah tidak dapat digunakan. Selain itu dilakukan pula perbaikan jalan kayu lapuk yang menghubungkan rumah-rumah warga.
Di akhir kegiatan kerja bakti, KKP menyerahkan peralatan kebersihan secara simbolis sebagai bentuk kepedulian KKP terhadap kebersihan perkampungan nelayan Mola Bahari. "Nanti jangan buang sampah ke laut lagi ya, Bu. Kalau buang sampah ke laut, rumahnya juga saya buang ke laut," ujar Menteri Susi yang disambut gelak tawa warga.
Menteri Susi juga meminta Arhawi agar menyediakan tempat pembuangan sampah yang layak bagi masyarakat. "Wakatobi ini salah satu destinasi pariwisata nasional. Kalau ada wisatawan mancanegara datang tapi melihat kondisi kampung Suku Bajo seperti ini, kita tidak boleh diam. Nanti tidak ada yang mau datang. Kalau sudah bersih daerah sini juga akan jadi incaran wisatawan," ungkap Menteri Susi.
KKP juga menyalurkan bantuan berupa 100 paket peralatan dapur seperti panci, penggorengan, piring, dan gelas dan sembako. Pasalnya, pada kunjungan sebelumnya Menteri Susi masih menemukan warga miskin yang bahkan tidak memiliki peralatan makan seperti piring dan gelas yang layak.
Baca Juga: Menteri Susi Pudjiastuti Tenggelamkan 81 Kapal Maling Ikan
Pada kunjungan sebelumnya, Menteri Susi juga menemukan kesehatan masyarakat Suku Bajo sangat buruk. Banyak anak kekurangan gizi, dan menderita down syndrome. Begitu pula dengan orang dewasa, mengidap penyakit gondok, tumor, infeksi pasca operasi, sakit jantung, dan lainnya. Untuk itu, guna menanggulangi masalah kesehatan warga, KKP juga menyediakan posko pengobatan gratis di Poskesdes Mola Selatan dan Mola Utara. Di sana warga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus pengobatan. Untuk itu, telah disediakan sebanyak 3 dokter umum dan 2 dokter gigi. Warga yang mengalami sakit serius juga akan dibuatkan rujukan ke rumah sakit yang memadai.
Kesehatan balita dan ibu hamil juga menjadi perhatian utama Menteri Susi. KKP mendistribusikan paket vitamin dan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. "Ibu bapak, nanti bawa anaknya ya berobat di Poskesdes. Semua yang sakit-sakit berobat saja ke sana. Gratis. Kita juga sediakan susu, biskuit, dan vitamin untuk anak-anak. Yang dewasa yang kurang sehat juga ada vitamin di Poskesdes," himbau Menteri Susi kepada masyarakat yang dijumpainya.
Guna meningkatkan akses kesehatan masyarakat Mola Raya yang masih buruk, BRSDMKP juga melakukan invertarisasi pendataan BPJS bagi masyarakat semua lapisan di Mola Raya.
Tak lupa, Menteri Susi kembali mengingatkan pentingnya asuransi bagi para nelayan. "Bapak sudah ada asuransi nelayan kah? Buruan dibikin, supaya nanti kalau kenapa-napa ada jaminan. Tubuh dipakai terus melaut ya harus diasuransikan," ujar Menteri Susi kepada seorang nelayan paruh baya yang menderita penyakit jantung.
Menteri Susi juga meminta DJPT melakukan pendataan nelayan di wilayah kampung Bajo Mola yang belum menerima asuransi nelayan. "Intinya, memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakat Suku Bajo, harus menjadi prioritas," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bandingkan Dirinya dengan Febrie, Nadiem Makarim Curhat Langsung Diborgol Saat Ditahan
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026
-
Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG
-
Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks