Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo akan menekan kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross hingga di bawah 3,5 persen pada tahun ini.
"NPL kita 3,9-an persen. Tahun ini kita usahakan di bawah 3,5 persen," ujar pria yang akrab dipanggil Tiko itu usai usai penandatanganan kerjasama pembayaran daring dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta, Jumat (26/5/2017).
Pada triwulan I 2017 lalu, NPL gross Bank Mandiri mencapai 3,98 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata NPL industri perbankan nasional sekitar tiga persen. Untuk mengatasi NPL, Mandiri sendiri juga melakukan berbagai macam upaya, salah satunya restrukturisasi kredit nasabah yang macet.
"Untuk nasabah yang kooperatif kita lakukan restrukturisasi, tapi untuk yang tidak kooperatif dan ada indikasi 'fraud', kita bawa ke Kejaksaan," ujar Tiko.
Sebelumnya, Bank Mandiri memang telah menggandeng Kejaksaan Agung untuk menangani kemungkinan adanya debitur-debitur nakal dan kredit bermasalah. Debitur nakal seringkali sengaja membuat kreditnya macet untuk kemudian memutarbalikkan fakta dan justru menuduh pengelola bank melakukan kesalahan.
Sementara itu, dari sisi NPL secara umum, Tiko sendiri meyakini NPL industri perbankan akan membaik pada tahun ini. Ia menilai, NPL perbankan saat ini sudah mulai stabil di 3-3,1 persen secara nasional. NPL diyakini akan membaik terutama pada akhir tahun.
Pada akhir 2016 lalu, NPL gross perbankan mencapai 2,9 persen. Sejumlah pihak menilai NPL perbankan masih berpotensi mengalami peningkatan.
"Secara nasional harusnya membaik dan stabil. Dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik dan rating dari S&P kemarin, tren pembiayaan dan juga FDI (investasi asing langsung) akan meningkat dan kita 'expect' NPL sudah melandai dan akhir tahun harusnya sudah mulai turun," kata Tiko. (Antara)
Baca Juga: Kini Bayar Cukai dan Kepabeanan Bisa Online Lewat Bank Mandiri
Berita Terkait
-
Kini Bayar Cukai dan Kepabeanan Bisa Online Lewat Bank Mandiri
-
Asset Under Management Citibank Indonesia 40 Miliar Dolar AS
-
Bank Mantap Luncurkan Program Sehat Bersama Mantap
-
Bank Mandiri Kucurkan Kredit Properti Gudang Pada Ciputra Group
-
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Perbankan 2017 Capai 12 Persen
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat
-
BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo
-
5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis
-
Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran