Pada awal 2017, PT Sindeli Propertindo Abadi telah meluncurkan proyek perdana di bidang properti yaitu apartemen JKT Living Star yang berlokasi di kawasan strategis Pasar Rebo, Jakarta Timur. JKT Living Star adalah hunian skala menengah yang berkonsep city first class - living class - eco first class, dijual mulai harga Rp 260 jutaan.
Dikelilingi empat daerah pusat bisnis yang sedang berkembang yaitu Depok, TB Simatupang, Ciracas dan Cibubur serta diapit tiga jalur horizontal dan vertikal, menjadikan JKT Living Star sebagai potensi kenaikan investasi luar biasa.
Hingga saat ini JKT Living Star mendapat respon yang positif dari masyarakat, ini terlihat dari meningkatnya jumlah penjualan dan juga antusias masyarakat yang berkunjung ke kantor pemasaran JKT Living Star setiap harinya.
“Kami ingin memberikan apresiasi kepada pembeli dengan meluncurkan program Buyer Club dan undian ke Singapura dengan tujuan dapat menjalin hubungan lebih dekat serta meningkatkan mutu pelayanan kami terhadap pembeli. Selain itu, melihat antusias pembeli yang hangat, dalam acara ini kami pun membuka start penjualan NUP kedua dengan berbagai promo terbaru yang ada di JKT Living Star,” kata Sales Manager JKT Living Star Achmad Nurman saat menggelar acara Customer Gathering di area JKT Living Star, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (15/7/2017).
Dengan nilai investasi 150 juta dolar Amerika Serikat (AS) dan luas total 200.000 m2, JKT Living Star merupakan sebuah proyek hunian ikonik di daerah Jakarta Timur yang ramah lingkungan.
JKT Living Star akan menjadi zona gaya hidup urban di Jakarta Timur dan hunian yang nyaman untuk keluarga karena dilengkapi berbagai fasilitas seperti taman bermain anak-anak, sekolah, perpustakaan, bioskop, masjid, gereja, kolam renang, rooftop pool, area kebugaran, klinik, jogging track, supermarket serta area parkir yang luas berkapasitas 956 mobil.
“Dengan harga yang bersahabat untuk sebuah apartemen yang berfasilitas lengkap, nyaman untuk seluruh anggota keluarga serta lokasi yang sangat strategis, kami yakin ini menjadi daya tarik masyarakat untuk memiliki hunian yang modern. Jaminan kualitas dan reputasi adalah komitmen kami untuk membangun wajah kota modern sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya,” tutup Achmad.
PT Sindeli Propertindo Abadi adalah perusahaan multisektor bertaraf internasional yang selain di bidang pengembang properti juga bergerak di bidang pertanahan dan investasi finansial. PT Sindeli Propertindo Abadi merupakan anak perusahaan dari Wuzhou Investment Group, sebuah perusahaan terkemuka dalam bidang medis yang berlokasi di Beijing, China.
Baca Juga: Lelaki Bunuh Diri Loncat dari Apartemen Menteng Square
Dengan tenaga manajemen dan operasional terbaik di bidang properti dari China dan Indonesia, PT Sindeli Propertindo Abadi berkomitmen menjadi sebuah grup perusahaan pengembang properti yang inovatif, profesional dan berorientasi internasional.
Dalam pengembangan usahanya di Asia Tenggara, PT Sindeli Propertindo Abadi memulai langkah pertamanya di Jakarta, Indonesia yang memfokuskan diri untuk membangun hunian berkualitas skala menengah yang terletak di zona urban yang telah berkembang pesat. PT Sindeli Propertindo Abadi memiliki aspirasi untuk menjadi standar terbaru sekaligus pemimpin pasar pengembang properti untuk sektor hunian bekelas di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi