- SIG raih Nihil Fatalitas 2025 di seluruh pabrik, bukti komitmen K3 yang kuat.
- Transformasi ke budaya VFSL: Kepemimpinan keselamatan yang nyata dirasakan pekerja.
- Luncurkan New CLSR dengan 20 panduan aman guna tekan risiko kecelakaan kerja.
Suara.com - Di tengah bayang-bayang tingginya angka kecelakaan kerja nasional yang menembus 300.000 kasus pada 2024, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) justru mencatatkan rapor hijau. Raksasa bahan bangunan ini berhasil mempertahankan predikat Nihil Fatalitas (Zero Fatality) di seluruh wilayah operasi pabrik semen sepanjang tahun 2025.
Pencapaian ini menjadi oase di sektor industri, mengingat data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) masih menunjukkan tantangan serius pada aspek keselamatan kerja yang kerap berujung fatalitas. Bagi emiten bersandi SMGR ini, K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan nilai utama dalam operasional harian.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari menegaskan, peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang digelar secara hybrid dari PT Semen Tonasa, Sulawesi Selatan, harus menjadi momentum refleksi mendalam, bukan sekadar seremonial tahunan.
"Bulan K3 Nasional menjadi pengingat komitmen SIG untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama. Tujuannya bukan hanya mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tapi memastikan kenyamanan karyawan serta mitra agar lebih optimal dan produktif," ujar Reni dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).
Tahun ini, SIG mengusung tema ambisius: “From Compliance to Resilience: Insan SIG sebagai Penggerak Budaya K3 dalam Implementasi K3 yang Inklusif, Kolaboratif dan Berkelanjutan”. Tema ini menandai transformasi SIG untuk meningkatkan safety maturity ke level yang lebih tinggi.
Data berbicara lebih keras. Selain nihil kematian, pada 2025 SIG mencatatkan Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) di angka 0,13, jauh di bawah target maksimal 0,3. Sementara itu, Lost Time Injury Severity Rate berada di posisi 1,01 dari target 5.
Keberhasilan ini ditopang oleh berbagai program mitigasi risiko, mulai dari Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR), hingga Visible Safety Leadership (VSL).
Satu hal yang membedakan SIG adalah penerapan Visible-Felt Safety Leadership (VFSL). Melalui konsep ini, manajemen tidak hanya hadir secara fisik di lapangan, tetapi kepeduliannya benar-benar dirasakan oleh pekerja melalui dialog dan intervensi konstruktif.
"Budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari individu. Safety Yes, Accident No! Safety is Our Top Priority," tegas Reni.
Baca Juga: Rest Area Pabrik Gula Km Berapa? Ini Fasilitas yang Bisa Kamu Nikmati
Sebagai penguat, SIG juga meluncurkan New CLSR yang berisi 20 poin panduan keselamatan kerja baru. Panduan ini disusun presisi berdasarkan data statistik insiden dan risiko nyata di proses bisnis operasi perusahaan.
Atas dedikasi tersebut, SIG banjir apresiasi lewat sejumlah penghargaan bergengsi, seperti Zero Accident Award dari Kemnaker hingga Tropi Aditama Terbaik dari Kementerian ESDM.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Danantara Gaspol Bentuk Holding BUMN Maskapai, Target Semester I-2026 Rampung
-
Naik Tipis, CIMB Niaga Raup Laba Rp6,93 Triliun
-
OJK Restui Empat BPR di Priangan Timur Digabungkan, Apa Untungnya?
-
RI Boncos! Ini Alasan AS Tetapkan Tarif 104 Persen Produk Panel Surya Indonesia
-
Optimalkan Jualan Online, UMKM Kue Kering Alami Lonjakan Pesanan hingga 100% Jelang Lebaran
-
Harga Emas 27 Februari 2026 di Pegadaian Stabil, Saatnya Beli?
-
Dividen TLKM Bakal Lebih Besar dari Tahun Lalu, Kapan Cair?
-
Joseph Oetomo: Sosok di Balik PT Toba Pulp Lestari, Berapa Porsi Sahamnya?
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating