"Satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunting (tinggi badan pendek)," kata Menteri Susi Pujiastuti dalam acara Penghargaan Liputan Media Terbaik tentang Keadilan Pangan, di Jakarta, Selasa (18/7/2017). Stunting adalah kondisi anak yang bertubuh pendek dari rata-rata, yang disebabkan kekurangan gizi. Oleh karena itulah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengkampanyekan agar masyarakat mengkonsumsi ikan, agar kecukupan gizi.
Segala upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan di bawah Menteri Susi, seperti menangkap illegal fishing, menenggelamkan kapal penangkapan ikan illegal, zonasi wilayah dan pembatasan penangkapan, sampai mengatur penggunaan jaring cantrang, adalah dalam upaya menaikkan kesejahteraan nelayan maupun memperbaiki gizi masyarakat, dengan tersedianya ikan dengan mudah. Hal ini sudah dibuktikan oleh angka statistik, konsumsi ikan orang pada tahun 2016 naik menjadi 43,9 kg/tahun dari perbandingan tahun 2013 yang berada di angka 35,2 kg/tahun.
"Tugas saya menjaga kedaulatan nasional, menjalankan misi Laut adalah Masa Depan Bangsa,"kata Susi Pudjiastuti.
Menteri Susi Pujiastuti mengapresiasi acara Penghargaan Liputan Media tentang Keadilan Pangan ini, diharapkan masyarakat makin terbuka informasinya tentang ketahanan maupun keadilan pangan, khususnya yang terkait kelautan dan perikanan. Acara ini diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), didukung oleh OXFAM dan Australian Aid, pada Selasa (18/7/2017) di Jakarta Pusat.
Selain Menteri Susi Pudjiastuti, yang hadir pula adalah Aloysius Suratin, Direktur Pengembangan Bisnis OXFAM Indonesia dan Suwarjono, Ketua Umum AJI. Suwarjono mengatakan Penghargaan Liputan Media tentang Keadilan Pangan ini adalah tahun yang ketiga. AJI berharap ini menjadi ajang para jurnalis untuk meningkatkan pemahaman tentang Keadilan Pangan , sekaligus mempertajam ketrampilan jurnalistiknya.
Sementara Aloysius dalam sambutannya mengatakan persoalan keadilan pangan di Indonesia masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Seperti merespon perubahan iklim, gejolak harga pangan, akses terhadap tanah maupun sumber produktif lain, masih banyak terjadi masalah di Indonesia. Dalam Global Food Security Index tahun 2016, Indonesia masih menduduki ranking 71 dari 113 negara.
"Oleh karena itu, Penghargaan Liputan Media ini bisa menjadi ajang penyadaran masyarakat pada isu keadilan pangan," ujarnya.
Pemenang Penghargaan Liputan Media Terbaik tentang Keadilan Pangan pada tahun 2017 ini adalah Rony Arianto Nugroho dari harian Kompas untuk kategori foto, dengan judul Uma Lengge, Menjaga Kemandirian Pangan. Sementara untuk kategori cetak/online, pemenangnya adalah Christine Fransiska, produser/multimedia (jurnalis) di BBC Indonesia dengan judul Kisah Ibu-ibu 'Dusun Miskin' Yang Menanam Tanaman Liar di Jombang. Kedua pemenang ini mendapat hadiah beasiswa liputan ke desa nelayan di Thailand.
Kedua pemenang tersebut dipilih dari 105 naskah kategori cetak/online dan 73 karya foto jurnalistik yang masuk ke panitia. Pengumpulan naskah atau lomba ini sendiri, berlangsung para periode 1 Maret sampai 30 Mei 2017. Tema yang masuk, tahun ini lebih bervariasi, tidak hanya mengupas aneka ragam makanan, tetapi sudah masuk isu-isu akses pada lahan, pengembangan potensi pangan lokal sampai soal kelembagaan pangan di tingkat lokal. Selain terpilih 2 pemenang, dipilih juga 20 karya terbaik dari para nominasi, baik dari kategori foto maupun cetak/online dan dibukukan dengan judul Menjaga Pangan, Merawat Masa Depan. Lewat buku ini diharapkan kesadaran akan keadilan pangan bisa lebih meluas lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H
-
Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz