Suara.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan laba bersih pada kuartal II 2017 sebesar Rp 9,5 triliun atau tumbuh 33,7 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto mengatakan peningkatan laba bersih ini ditopang dari pertumbuhan kredit secara tahunan yang mencapai 11,6 persen pada akhir Juni 2017 menjadi Rp 682 triliun.
"Pertumbuhan kredit tersebut merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan aset sebesar 9,9 persen (yoy) menjadi Rp 1.067,4 triliun," kata Sulaiman dalam Public Expose Marathon di Gedung Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).
Selain laba, lanjut Sulaiman kualitas aset yang dimiliki perseroan juga mengalami perbaikan. Hal ini terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah atau non performing loan dari 3,86 persen pada Juni 2016 menjadi 3,82 persen periode yang sama tahun 2017.
Selain itu, dalam penyaluran kredit Bank Mandiri berhasil mengalami kenaikan diseluruh kelompok pembiayaan. Kredit modal kerja tumbuh 5,2 persen menjadi Rp 319,9 triliun, kredit investasi tumbuh 16,6 persen menjadi Rp 194,4 triliun, serta kredit konsumer tumbuh 20,0 persen menjadi Rp 91,3 triliun.
"Kami menjaga konsistensi dalam mendukung program-program pemerintah. Baik untuk penguatan ekonomi, maupun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Sulaiman mencontohkan, baki atau porsi debet kredit infrastruktur Bank Mandiri pada akhir kuartal II 2017 mencapai Rp 133,7 triliun atau tumbuh 15,0 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Dari nilai tersebut, disalurkan untuk pembiayaan jalan raya dan tol sebesar Rp 8,4 triliun, transportasi sebesar Rp 36,0 triliun, tenaga listrik Rp 27,0 triliun, migas dan energi terbarukan sebesar Rp 20,9 triliun, konstruksi sebesar Rp 13,1 triliun, dan telematika sebesar Rp 8,5 triliun.
Sedangkan untuk sektor usaha mikro kecil menengah, Bank Mandiri membukukan baki debet kredit sebesar Rp78,1 triliun pada kuartal II 2017. Perseroan telah menyalurkannya kepada sekitar 938.000 nasabah pelaku UMKM.
Baca Juga: Bank Mandiri Kembangkan Kantor Wilayah Terintegrasi di Jawa Barat
Selain itu, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 5,82 triliun untuk program Kredit Usaha Rakyat. Kemudian dana pihak ketiga tumbuh 10,1 persen menjadi Rp 760,9 triliun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN