Setelah sukses dengan kompetisi DBS Young Economist Stand-Up (DBS YES) di tahun 2015, tahun ini PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) kembali mengajak kaum muda untuk menyuarakan ide dan gagasan melalui video stand-up, bekerja sama dengan mitra strategis Katadata dan TechInAsia. Kali ini, tema DBS YES berfokus pada Ekonomi Digital dimana para partisipan dapat menyuarakan ide dan gagasan dalam format unik stand-up berbentuk video dengan menggunakan beberapa riset pilihan DBS Asian Insights lansiran tim riset DBS Group Research.
“Sejalan dengan strategi Bank DBS Indonesia untuk selalu mengutamakan inovasi dan transformasi digital sebagai agenda utama, tema DBS YES kali ini berfokus pada ekonomi digital. Hal ini bertujuan mendorong masyarakat terutama kaum muda untuk dapat berkontribusi melalui pandangan dan opini yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan termasuk pelaku industri maupun pemerintah. DBS YES selalu membuka video submission dan mengunggahnya di saluran digital agar konten dapat dikonsumsi masyarakat luas sehingga dapat menjadi materi yang shareable agar bermanfaat bagi banyak pihak,” kata Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing and Communications, Bank DBS Indonesia di Jakarta, Selasa (8/8/2017).
“Yang menarik adalah bahwa kaum muda diminta untuk memilih topik dengan mempelajari materi riset yang telah disediakan dan diperkenankan untuk memperkaya materi mereka dari sumber lain. Dengan demikian, kompetisi DBS YES diharapkan mampu menstimulasi kaum muda untuk selalu mempergunakan data yang faktual dalam memberikan analisa and opininya,” tambah Mona.
Kompetisi DBS YES resmi dibuka untuk kaum muda di seluruh Indonesia
DBS YES dapat diikuti oleh seluruh kaum muda berusia 18-23 tahun di seluruh Indonesia dengan memilih topik yang telah ditentukan dari hasil pengembangan riset DBS Group Research antara lain sebagai berikut:
- Meningkatkan Keuangan Inklusi melalui Digitalisasi Perbankan
- Mendorong Wirausaha Baru di Era Digital
- Mendorong Perkembangan Ekonomi Digital di Luar Jawa
Setelah memilih salah satu topik tersebut yang dapat diakses di situs DBS YES go.dbs.com/yes2017, peserta diharuskan menambahkan opini dan pandangan, kemudian mengemasnya dalam bentuk video berdurasi 3 menit; dengan format stand-up (pidato kreatif).
Secara spesifik, para peserta harus mampu menyakinkan para juri apabila video mereka mampu menjabarkan tantangan dan solusi perekonomian di era digital dengan penyampaian yang menarik dan kreatif. Video yang berhak masuk ke tahap semifinal akan diseleksi oleh para dewan juri yang terdiri dari Leonardo Koesmanto, Head of Digital Banking Bank DBS Indonesia; Maynard Arif, Head of DBS Group Research – Indonesia; Melvin Hade, tokoh muda inspiratif yang terpilih menjadi Delegasi G20; dan Metta Dharmasaputra, Co-founder & Executive Director Katadata.
Pengalaman berharga bagi para peserta semifinalis
Baca Juga: Laba Bersih Bank DBS Indonesia Naik 75 Persen
Sebanyak 20 peserta semifinalis akan mengikuti DBS YES Camp di bulan Oktober 2017 selama 5 (lima) hari di Jakarta. DBS YES Camp akan diisi dengan rangkaian sesi mentoring mengenai ekonomi digital, sesi pelatihan seputar public speaking dan kunjungan studi ke kantor-kantor pemerintahan, regulator dan start up berbasis digital.
DBS YES Camp akan ditutup dengan babak penjurian semifinal dan grand final, dimana 3 (tiga) pemenang berhak mendapatkan hadiah uang tunai senilai total Rp100 juta serta berkesempatan untuk mengikuti sesi mentoring dengan Neal Cross, Chief Innovation Officer, Bank DBS di Singapura.
Selain itu, ketiga pemenang juga akan tampil menjadi Opening Act pada DBS Asian Insights Conference 2017 di hadapan para pemimpin dan pelaku industri perbankan dan keuangan serta pejabat penting dari pemerintah.
Untuk peserta dengan video yang memperoleh interaksi digital tertinggi (likes, shares, dan comment) di saluran YouTube berhak menjadi juara favorit dan memenangkan iPhone 7Plus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?
-
Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat
-
Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
-
Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026