Wakil Ketua DPR Agus Hermanto [suara.com/Nur Habibie]
Ketika menyampaikan nota keuangan dalam Rapat Paripurna DPR pada pembukaan masa sidang 2017-2018 di gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017), Presiden Joko Widodo menyebutkan angka kemiskinan di Indonesia menurun seiring dengan terjaganya inflasi dan tumbuhnya perekonomian Tanah Air. "Pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin terhitung 28,59 juta orang dan pada Maret 2017 turun menjadi 27,77 juta orang. Begitu juga Indeks Rasio Gini Indonesia yang mengukur tingkat kesenjangan ekonomi, terus membaik," kata Jokowi.
Tetapi Wakil Ketua DPR dari Fraksi Demokrat Agus Hermanto memiliki catatan yang menunjukkan hal sebaliknya.
Tetapi Wakil Ketua DPR dari Fraksi Demokrat Agus Hermanto memiliki catatan yang menunjukkan hal sebaliknya.
"Kalau kami melihat, yang dirasakan masyarakat, itu keadaan ekonomi kita makin parah, makin sulit. Angka-angkanya yang disebutkan memang bagus semoga angkanya juga betul," kata Agus di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).
"Tetapi memang kenyataannya juga yang dirasakan oleh masyarakat ini cukup tinggi (ketimpangan). Tentu angkanya menjadi pegangan dan kita melakukan pengawasan supaya pemerintah juga melaksanakan keekonomian ini menjadi jauh lebih bagus," Agus menambahkan.
Namun, menurut dia, data yang disampaikan Jokowi tentu sudah melalui penelitian yang dilakukan pusat statistika.
"Namun, saya tahu persis daya beli masyarakat menengah ke bawah. Bisa dibuktikan dengan angka itu, pasti menurun. Itu kalau daya beli masyarakat menengah ke bawah," kata Agus.
Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menilai data yang ditampilkan tersebut tidak sesuai kenyataan yang ada. Kenyataannya, menurut Fadli, rakyat masih hidup susah.
"Di masyarakat merasakan hidup makin menderita, makin susah. Jadi Presiden harus memeriksa kenyataan yang ada di masyakarat. Jangan hanya dari angka saja," kata Fadli.
Fadli kemudian menyontohkan hasil kunjungan kerja ke daerah. Di daerah yang dikunjungi Fadli, katanya, masih banyak warga susah memenuhi kebutuhan sandang dan pangan.
"Itu kenyataan. Pak Jokowi jangan tutupi kenyataan dengan angka-angka," katanya.
Dia menyarankan supaya data yang ditampilkan Jokowi dicek ulang lagi.
"Jangan kenyataan ditutupi angka-angka. Nah angka ini datangnya mungkin bukan dari Presiden, tapi dari bawahannya. Harus diperiksa angka angka itu. Karena kenyataan tidak menunjukkan rakyat kita makin sejahtera, makin mudah hidupnya," tutur dia.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Beda Kelas dengan Eggi Sudjana, Zulkifli Sebut Manuver Rismon Murni Skenario Tingkat Tinggi
-
Refly Harun Soroti Permohonan RJ Rismon di Kasus Ijazah Jokowi: Kehendak Bebas atau Ada Tekanan?
-
Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global
-
Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres ke Istana Malam Ini, Jokowi Hadir
-
Misteri di Balik Jas Hitam Jokowi di India: Bawa Jas, Kenapa Tangan Kiri Tertutup?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan
-
Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit
-
Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?
-
Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi
-
Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban
-
Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?
-
Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%
-
Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan