Tim pemantau pelaksanaan pemerintahan Aceh dan otonomi khusus Papua DPR mendukung penuh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ARUN untuk segera direalisasikan. Bahkan, sebagai Bentuk Dukungan, DPR akan menyelenggarakan sebuah Forum untuk membahas isu-isu terkini KEK Arun.
"Kami sudah melaporkan kegiatan seminar ini dan salah satu pimpinan DPR menyambut positif bahkan akan merencanakan pembahasan KEK Arun ini dalam sebuah forum khusus," Ujar Anggota Tim pemantau pelaksanaan pemerintahan Aceh dan otonomi khusus Papua DPR, Muhammad Nasir Djamil dalam Seminar Nasional di Lhokseumawe, Kamis Sore (7/9/2017).
Anggota Komisi III DPR ini mengatakan Ekonomi Khusus Arun Jangan sampai menjadi impian yang menggantung. Tapi sebalik harus menjadi impian yang mampu direalisasasikan guna menjawab kesenjangan dan ketidakadilan ekonomi yang kerap menyimpan benih sentimen etnis dan pemerintah dalam kehidupan masyarakat Aceh.
"Konkritnya adalah menghadirkan dan mengembang kan negara kesejahteraan yang berkhidmat,mungkinkah ini terwujud?," ujarnya.
Menurut tokoh muda Aceh tersebut, mimpi tersebut sangat mungkin terwujud manakala Pusat dan Daerah merasa saling memiliki. “ Pusat adalah pusatnya daerah, dan daerah adalah daerahnya Pusat”. Adagium ini adalah cermin pengakuan politik dan politik pengakuan .
"Karena itu kehadiran KEK Arun, tidak boleh sekedar asal buat atau karena ada kesempatan membuatnya. KEK Arun adalah apa yang di lakukan pemerintah, bukan apa yang ingin atau diniatkan akan dilakukan pemerintah," tegasnya.
Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan PP 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun, Lhokseumawe Aceh. Hingga saat ini proses mewujudkan KEK Arun tersebut sedang berjalan.
Baca Juga: Akhir Agustus, Jokowi Resmikan Dua Kawasan Ekonomi Khusus
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada