Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani akan mempertanyakan sejumlah kasus di KPK yang tidak berlanjut proses hukumnya.
Pertanyaan Arsul ini sekaligus untuk meminta klarifikasi dari pernyataan penyidik KPK Novel Baswedan yang mengakui adanya tebang pilih penanganan kasus oleh KPK.
Salah satu contohnya, kata Arsul, adalah mengenai catatan merah dan kuning saat pemilihan nama Menteri pertama di era kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemberian label ini dilakukan karena kekhawatiran nama-nama tersebut tersangkut kasus korupsi.
Kata Arsul, sejak KPK mengeluarkan catatan merah dan kuning untuk nama-nama calon menteri pada Oktober 2014, hal itu tidak ada tindak lanjutnya sampai sekarang.
"Kan dulu waktu penyusunan kabinet dibilang yang warnanya merah jangan sampai diangkat jadi menteri, 6 bulan akan jadi tersangka. Nggak pernah kedengeran lagi tuh hampir 3 tahun kabinet. Siapa yang merah dan kuning," kata Arsul di DPR, Jakarta, Rabu (6/9/2017).
Dia menerangkan, pertanyaannya itu akan dibawa ke dalam forum Panitia Khusus Angket DPR untuk KPK atau Komisi III DPR. Hal ini menyesuaikan agenda terdekat DPR bertemu dengan KPK.
Selain calon menteri itu, Arsul juga mempertanyakan nasib sejumlah nama yang sempat disebut dalam surat dakwaan kasus korupsi namun sampai sekarang tidak ada kelanjutannya.
"Menurut catatan kami, Fraksi PPP,ada 182 nama yang statusnya disebut dalam surat dakwaan bersama-sama. Surat dakwaan kan dibuat oleh jaksa penuntut umum KPK. Dan dakwaan itu dibuat berdasarkan hasil penyidikan yang tertuang dalam BAP. Kok tidak kemudian jelas nasibnya," kata dia.
Anggota Komisi III ini menegaskan, perlu ada kepastian hukum untuk nama-nama yang disebut tadi. Sebab, proses tersebut sudah berjalan mencapai belasan tahun.
"Orang ini akan tersandera terus, jangan jangan sampai meninggal dia tersandera tetep disebut bersama sama," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir