NICE pada hari Senin (4/10/2017) mengumumkan penerapan Otentikasi Real-Time NICE kepada PT Bank Permata Tbk. Penerapan ini menjadikan Bank Permata menjadi bank nasional pertama di Indonesia yang menggunakan biometrik suara sebagai bagian dari protokol otentikasi nasabahnya.
"NICE Real-Time Authentication (RTA), bersama dengan solusi otomatisasi prosesnya, memungkinkan institusi keuangan untuk melakukan otentikasi suara yang aman dan lancar, untuk meningkatkan layanan pelanggan," kata Bianto Surodjo, Direktur Retail Banking Bank Permata, di Jakarta.
Selama ini, Bank Permata adalah mitra NICE berpengalaman yang sudah mendapatkan manfaat dari Solusi Manajemen kualitas dan perkiraan komposisi jumlah petugas contact center yang di butuhkan , serta aplikasi back office real-time. "Bank Permata senantiasa mengembangkan inovasi terkini untuk meningkatkan pencegahan penipuan dan efisiensi contact center-nya dan beralih ke NICE untuk mengatasi tantangan ini," ujarnya.
Real-Time Authentication (RTA) Solution, pemenang penghargaan NICE menciptakan dan menggunakan satu suara bagi setiap penelpon untuk memberikan layanan pelanggan yang cepat dan efisien di setiap kanal suara, tanpa membebani nasabah. Otentikasi terjadi dalam beberapa detik pertama waktu menelpon, dan masalah nasabah dipecahkan secara alami selama percakapan, tanpa nasabah harus menjawab begitu banyak pertanyaan keamanan yang merepotkan. Proses otomatis, cepat dan transparan ini akan membantu PermataBank memberikan layanan terbaiknya sekaligus meningkatkan keakuratan dari program pencegah kecurangan.
”Pengenalan biometrik PermataBank di industri perbankan nasional menempatkan kita sebagai pemimpin dalam inovasi layanan keuangan di seluruh Indonesia. Hal ini terjadi berkat kemampuan dari mesin unik Fluent NICE, yang menyediakan otentikasi omnichannel dengan satu voiceprint tunggal, dan sebuah keuntungan besar saat bersaing mencari solusi dibidangnya," jelas Bianto.
Darren Rushworth, presiden NICE APAC juga mengatakan bahwa pihaknya sangat antusias untuk membantu Bank Permata menjadi bank domestik pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi biometrik suara untuk meningkatkan layanan dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin dibidangnya.
"Memberikan otentikasi suara yang akurat dan cepat, yang sangat penting bagi semua aktivitas perbankan, hal ini merupakan bagian dari misi NICE untuk menemukan kembali layanan pelanggan sekaligus memastikan keamanan data yang mutlak," tutup Bianto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026