Siapa yang tak kenal dengan Yusuf Mansur? Kepopulerannya sebagai ustad di tanah air mungkin tak kalah dengan para artis sinetron maupun layar lebar di negeri ini. Pria bernama asli Jam’an Nurkhatib Mansur ini merupakan seorang tokoh pendakwah, penulis buku sekaligus pengusaha. Ia juga menjadi pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, cikarang Tangerang, Banten.
Aktivitas dakwahnya di berbagai tempat telah banyak menghiasi media massa nasional. Namun tak cuma itu, Yusuf Mansur kini juga semakin agresif dalam dunia bisnis.
"Saya alhamdulillaah, sudah selesai untuk urusan dunia. Saya sudah bilag, sering malahan, sekalian ngajar ke kawan-kawan, bahwa rugi kalo kerja dan bisnis, tujuannya buat duit atau punya sesuatu yang sifatnya dunia. Wong tinggal salat - salat sunnah, amal -amal amaliyah pengundang rizki seperti shalawat, sedekah dan lain-lain yang cukup banyak pilihannya disertai dengan doa," kata Yusuf saat dihubungi Suara.com, Sabtu (18/10/2017).
Menurutnya, apa yang kita inginkan akan dikasih oleh Tuhan Allah SWT.Bahwa seorang muslim masih harus kerja dan usaha sebab itu menjadi ibadah sekaligus amal saleh juga. Mata rantai kebaikan dari bekerja dan berusaha akan menghasilkan sesuatu yang keren.
"Jadi, bagi saya dan bagi yang ikut dengan saya, sebisa mungkin harus ada visi misi. Harus ada value, harus ada prinsip. Harus ada goal yang berbeda," ujarnya.
Bakat dakwah Yusuf sudah terlihat sejak kecil. Sejak usia 9 tahun, Yusuf sering tampil di atas mimbar untuk berpidato pada acara Ihtifal Madrasah yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Ramadhan. Tamat Madrasah Ibtidaiyah, pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini melanjutkan ke MTs (Madrasah Tsanawiyah) Chairiyah Mansuriyah, yaitu lembaga pendidikan yang dikelola oleh keluarganya; KH. Achmadi Muhammad.
Saat itu, Yusuf Mansur menjadi siswa paling muda usianya dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Pada usia 14 tahun, ia lulus dari MTs. Chairiyah Mansuriyah pada tahun 1988/1989. Dari MTs. Chairiyah Mansuriyah, kemudian ia melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol sebagai lulusan terbaik.
Lulusan Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di Fakultas Hukum, Jurusan Syari'ah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal ini tertuang dalam pengantar bukunya "Lukmanul Hakim Mencari Tuhan yang Hilang" yang diungkap oleh Prof. Dr. H. Amin Suma, MA., M.H. Namun, berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.
Baca Juga: Julia Gouw, Wanita yang Jadi Bankir Sukses di Negeri Paman Sam
Pada tahun 1996, Yusuf terjun di bisnis informatika. Sayangnya, bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit hutang dan membuatnya masuk penjara selama 2 bulan.Hal ini kembali terulang pada tahun 1998.
Saat di penjara itulah, ia menemukan hikmah tentang sedekah. Selepas dari penjara, ia mencoba memulai usaha dari nol lagi dengan berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat kesabaran dan keikhlasan sedekah pula akhirnya bisnisnya mulai berkembang dari semula berjualan dengan termos, lalu gerobak sampai kemudian memiliki pegawai.
Hidup Yusuf Mansyur mulai berubah saat ia berkenalan dengan seorang polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama bekerja di LSM itulah, ia membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya sewaktu di penjara saat rindu dengan orang tua.
Kemunculan buku tersebut ternyata mendapat sambutan yang luar biasa. Yusuf Mansur sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak dakwahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah kehidupan nyata. Kini Yusuf menjadi salah satu ustad paling populer di Indonesia.
Seiring berjalannya waktu, Yusuf mulai merambah dunia bisnis. Awalnya ia prihatin melihat demikian banyaknya aset negara yang tanpa disadari telah diambil alih sedikit demi sedikit oleh kapitalis asing. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya toko kelontong yang mulai tergeser karena serbuan toko modern yang tersebar dimana-mana. Kodnisi ini membuat rakyat kecil mulai kehilangan mata pencaharian.
Yusuf Mansur akhirnya menemukan ide untuk membuat software yang dapat digunakan untuk menjual pulsa dan paymen gateway yang biasanya hanya dimiliki oleh toko modern. Dengan adanya software ini, toko kelontong dan siapapun dapat melayani penjualan pulsa, penjualan Token Listrik, pembayaran tagihan listrik paska bayar, tagihan telephon,TV kabel, tagihan internet, PDAM dan juga tiket pesawat atau kereta api. Menurutnya, upaya ini akan membuat toko kelontong dapat bersaing dengan toko modern.
Tag
Berita Terkait
-
Cita-cita Yusuf Mansur, Paytren Layani e-Money di Jalan Tol
-
Mau Terbitkan Reksa Dana Syariah, Yusuf Mansur Minta Izin ke OJK
-
Ungkap Bisnis Koperasi Merah Putih, Yusuf Mansur Roadshow 8 Kota
-
Yusuf Mansur Klaim Aset Hotel Siti Capai Rp150 Miliar
-
Susi Pudjiastuti, Menteri yang Tak Lulus SMP tapi Gemar Membaca
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi Pertama, 387 Saham Anjlok
-
Heboh! Nagita Slavina Bidik Saham VISI, Bosnya Bilang Lagi Tahap Nego
-
Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat
-
5 Rekomendasi Usaha Rumahan saat Ramadan, Modal Minim
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Kembali Sentuh Rp70 Ribu
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Hijrah ke Danantara
-
Luhut: Ekonomi Tumbuh 5% Bukan Prestasi, Target 8% Harga Mati!
-
Buru Peluang Cuan! Pameran Franchise Terbesar IFBC 2026 Hadir di ICE BSD
-
BUMN Gelar Mudik Gratis 2026, Targetkan 100 Ribu Peserta
-
Saham BUMI Meroket, Aksi Borong Picu Kenaikan Harga Hari Ini