Suara.com - Pemerintah menargetkan pembangunan Pelabuhan Patimban fase I dapat dimulai pada Bulan Maret tahun 2018. Untuk mengecek kesiapan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pelabuhan di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu (17/1/2018).
Dalam kunjungannya, Deputi Ridwan didampingi oleh Bupati Subang Imas Aryumningsih, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Pelabuhan Patimban Anwar dan Camat Pusakanagara Ela Nurlaela.
“Kita ingin melihat apakah proses pembebasan lahan masih ada masalah atau tidak, serta persiapan-persiapan yang lain,” kata Ridwan dalam keterangan tertulis, Kamis (18/1/2018).
Kepada wartawan kantor berita NHK Jepang yang ikut dalam rombongan, Ridwan juga mengatakan harapannya agar investor Jepang dapat menyaksikan kesiapan pemerintah daerah serta masyarakat terhadap rencana pembangunan pelabuhan Patimban. “Secara umum ada dua isu yang menjadi kendala terbesar dalam pembangunan infrastruktur yakni pembebasan tanah dan kesesuaian tata ruang, hal ini semua sudah tidak ada masalah,”ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subang Imas Aryumningsih mengatakan bahwa pihaknya sudah merevisi rencana tata ruang dan wilayah untuk menyesuaikan dengan kawasan pelabuhan. “Kami siapkan lahan 10 hektar untuk kawasan penyangga Pelabuhan Patimban,” tambah dia.
Demikian pula dengan proses pembebasan tanah. “Relatif tidak ada masalah, hanya tinggal proses appraisal nya untuk menentukan harga tanah dan bangunan milik penduduk,” tuturnya.
Dia menegaskan keinginan pemerintah daerah agar penentuan harga tersebut tidak merugikan masyarakat. “Mengenai harga kita berharap masyarakat mendapat ganti untung bukan ganti rugi’” ujar wanita berkerudung itu dengan mimik serius.
Untuk menghindari munculnya konflik, Imas menambahkan bahwa pihaknya mengupayakan lahan teknis untuk pertanian tidak masuk rencana tata ruang bagi kawasan industri. “Jadi tidak ada isu konversi lahan pertanian karena kami ingin mempertahankan kemampuan Kabupaten Subang dalam hal ketahanan pangan yang memegang posisi ketiga setelah Kerawang dan Indramayu,” bebernya.
Di lokasi yang sama, Kepala Satker Pembangunan Pelabuhan Patimban Anwar mengemukakan bahwa selain untuk terminal kontainer, rencananya pelabuhan akan digunakan untuk menunjang industri di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). “Dengan dibangunnya Pelabuhan Patimban, maka pengguna jasa dapat memiliki dua opsi outlet untuk mengirimkan hasil produksinya selain Pelabuhan Tanjung Priok,” urainya.
Dengan semua kesiapan tersebut, Deputi Ridwan berharap agar dibangunnya Pelabuhan Patimban dapat meningkatkan ekonomi nasional, khususnya karena Pelabuhan ini dekat dengan koridor Bekasi - Karawang - Purwakarta yang menggerakkan 60 - 65 persen perekonomian. "Saya rasa dengan pembangunan Pelabuhan ini, ekonomi masyarakat akan ikut meningkat,” pungkasnya.
Baca Juga: Menhub Ingin Kontraktor Pelabuhan Patimban Berkelas Internasional
Sebelum ditetapkan sebagai pelabuhan pengganti Cilamaya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan merancang pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan pengumpan regional. Konstruksi Pelabuhan Patimban fase I direncanakan dimulai pada awal tahun 2018 mendatang. Sesuai masterplan yang dirancang oleh Kemenhub, tahap pertama fase 1 Pelabuhan Patimban dibangun terminal peti kemas seluas 430 x 300 meter dari total panjang dermaga 4.320 meter. Sedangkan lapangan peti kemas memiliki luas 35 hektar dengan kapasitas 250.000 TEUs dari total 7,5 juta TEUs.
Tag
Berita Terkait
-
Pabrik VinFast Subang Didemo Warga Kurang dari 24 Jam Setelah Diresmikan
-
Beton Precast Jadi Solusi Efektif Percepatan Pembangunan Infrastruktur Nasional
-
Miris! Dedi Mulyadi Temukan Supir Truk Aqua Sudah Sepuh, Digaji Rp125 Ribu
-
Investasi 2 Miliar Berujung Utang, Sule Beberkan Kisah di Balik Pembangunan 'Prikitiew Land'
-
BMKG Peringatkan Krisis Pangan Akibat Cuaca Ekstrem, Desak Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram
-
IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991