Suara.com - Tahun 2017 tercatat sebagai tahun kecelakaan kerja konstruksi infrastruktur jalan dan jembatan terbanyak, khususnya berupa runtuhnya girder dan tergulingnya alat angkat crane. Keadaan ini mirip kasus kecelakaan putusnya gondola pada tahun 2008, yang terjadi berulang dan beruntun ketika volume pembangunan gedung properti meningkat.
"Dalam catatan kami dari A2K4I (Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Konstruksi Indonesia), sejak 1 Agustus 2017 hingga awal 2018, telah terjadi lebih dari 10 kasus kecelakaan konstruksi di proyek infrastruktur jalan yang mengakibatkan sedikitnya empat pekerja meninggal dunia dan 11 pekerja lainnya menderita cidera," kata Lazuardi Nurdin, Ketua Umum Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Indonesia (A2K4-Indonesia) di Jakarta, Selasa (23/1/2018).
Kecelakaan kerja itu didominasi kasus runtuhnya girder dan robohnya crane. Kecelakaan kerja tak hanya mengakibatkan korban, tapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Terlebih kasus-kasus kecelakaan kerja tersebut justru bisa menghambat proses pembangunan infrastruktur yang kini tengah berlangsung secara besar - besaran.
Selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo banyak capaian yang diraih dalam hal infrastruktur, utamaya infrastruktur jalan raya dan jalan tol untuk mewujudkan konektivitas antarwilayah di Indonesia. Untuk pembangunan jalan raya, dalam kurun waktu 2015-2017, lebih dari 2.623 kilometer telah dibangun, sedangkan pemerintah mempunyai target pembangunan jalan tahun 2015 - 2019 sebesar 2.650 kilometer.
Untuk pembangunan jembatan, yang dikerjakan dalam kurun waktu 2015-2017 telah tercapai 25.149 meter, dan target yang hendak dicapai hingga 2019 mendatang adalah 29.859 meter.
Sedangkan untuk jalan tol, Pemerintah telah menargetkan pembangunan mencapai 1.000 kilometer dalam kurun waktu lima tahun. Bahkan pemerintah optimistis bahwa realisasi pembangunan jalan tol akan melebihi ekspektasi.
Sampai akhir tahun 2017 saja, ditargetkan pembangunan jalan tol mencapai 568 kilometer. Diperkirakan hingga akhir 2019 mendatang pembangunan jalan tol bisa mencapai 1.852 kilometer.
Tingginya intensitas pembangunan infrastruktur tersebut ternyata telah berdampak pada meningkatnya jumlah kecelakan kerja konstruksi yang fatal.
"Ironisnya, kecelakaan kerja konstruksi itu terjadi secara berulang, khususnya pada konstruksi jembatan dan jalan layang. Jenis kecelakan yang sama akan berulang, jika akar penyebab dari kecelakaan tidak segera ditemukan, diperbaiki dan dicegah dengan melalui upaya pengendalian risiko kecelakaan secara sistemik dan holistik," jelasnya.
Baca Juga: Menhub Segera Bangun LRT Baru di Empat Kota
Dalam menyikapi permasalahan banyaknya kecelakaan kerja konstruksi pada proyek-proyek infrastruktur selama tahun 2017 dan awal tahun 2018, maka A2K4-Indonesia telah melakukan evaluasi secara umum dan memberikan rekomendasi tindakan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan.
"Pertama, kepemimpinan dan akuntabilitas. Kedua, fokus pada manajemen risiko K3 dan penerapan SMK3 secara konsisten. Ketiga, penciptaan iklim dan budaya K3. Keempat, K3 harus menjadi kepedulian dan tanggung jawab semua pihak," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Beton Precast Jadi Solusi Efektif Percepatan Pembangunan Infrastruktur Nasional
-
Mahfud MD Desak Penegakan Hukum Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh
-
Solusi Investor "Get Lost", AHY Buka Kantor Fasilitasi Proyek Infrastruktur (IPFO)
-
BMKG Peringatkan Krisis Pangan Akibat Cuaca Ekstrem, Desak Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana
-
Pemerataan Pembangunan Infrastruktur hingga ke Wilayah Timur Indonesia
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran
-
Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif
-
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari
-
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
-
Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?
-
Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!
-
Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI
-
Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk
-
Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman
-
BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000 ATM & CRM