Suara.com - Presiden Direktur Ciputra Artpreneur, Rina Ciputra Sastrawinata, mengatakan pertumbuhan generasi milenial berdampak positif terhadap perkembangan bisnis properti. Menurutnya sampai kapanpun manusia membutuhkan hunian tempat tinggal masalah.
"Masalahnya apakah pilihannya di rumah tapak atau rumah susun atau apartemen. Jika orang tersebut lebih banyak berwirausaha, maka kebutuhan untuk tinggal di pusat kota tidak menjadi prioritas. Yang butuh tinggal di pusat kota adalah pekerja yang diharuskan datang ke kantor," kata Rina di Jakarta, Selasa (30/1/2018).
Potensi jumlah populasi generasi milenial membawa perubahan tren dari rumah tapak ke rumah susun. Saat ini generasi muda banyak memenuhi kebutuhan dari belanja online, mulai untuk kebutuhan makanan hingga layanan jasa bepergian. Sehingga banyak anak muda lebih memilih tinggal di rusun di kawasan pusat kota.
Walau demikian, bukan berarti proyeksi bisnis rumah tapak akan merosot. Sebab masih banyak kawasan dengan harga tanah yang murah. Apabila harga tanah masih rumah dan ia tidak merasa butuh harus ke pusat kota, maka pilihan tinggal di rumah tapak tetap menjadi pilihan utama.
Sampai akhir 2017, Ciputra Group sudah memiliki dan tengah menggarap 135 proyek properti. Ciputra berharap pertumbuhan bisnis properti pada tahun ini lebih baik dibanding tahun 2017. "Karena pertumbuhan tahun lalu tidak sebagus tahun sebelumnya (2016, red)," ujar Rina.
Dari 135 proyek properti tersebut, ada sebagian yang dilakukan di luar negeri seperti Cina, Vietnam dan Kamboja. Untuk tahun ini, Ciputra Group belum berencana melakukan ekspansi bisnis properti di negara yang lain.
Tahun ini Ciputra memang akan meneken beberapa proyek properti baru. Namun kesemuanya berlokasi di Pulau Jawa. Rina berdalih populasi penduduk Indonesia terpadat masih di Pulau Jawa. "Walaupun kita akui Presiden Jokowi banyak membangun bandara, pelabuhan, jalan di luar Jawa. Tentu itu akan kita dukung," tutupnya/
Berita Terkait
-
Maksimalkan Kualitas, Peluncuran Game James Bond 007 First Light Ditunda
-
Festival of Twenties 2025 "Into the Unknown"
-
Jadi Prioritas, Sebagian Besar Pekerja Bethesda Garap Game The Elder Scrolls 6
-
Tren Kota Mandiri Menguat, Bisnis Properti Dianggap Masih Stabil
-
Greenwoods Bidik 4 Proyek Hunian Baru di Tahun 2026
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan