Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan didaulat menjadi narasumber utama dalam pembukaan Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 2018, di Auditorium Utama Gedung BPPT II,Jakarta, Rabu (31/1/2018).
Menko Luhut dalam kata sambutannya menyatakan, peran BPPT harus lebih diperkuat dan wajib dilibatkan, utamanya dalam bidang teknologi dan pengembangan industri nasional, sehingga nantinya dapat memajukan teknologi dalam negeri untuk kemandirian bangsa Indonesia.
“Karena perkembangan teknologi ini begitu cepat dan sangat berpengaruh dalam kemajuan suatu bangsa, oleh karenanya peran BPPT ini harus lebih solid lagi, karena tidak ada satupun negara di dunia itu dapat maju tanpa perkembangan teknologinya,” ujarnya.
Menko Luhut menjelaskan, di antaranya BPPT akan dilibatkan dalam teknologi waste to energy, yaitu dengan pembuatan prototype teknologi pengumpul sampah guna diubah menjadi energi.
“Sekarang sedang kita upayakan Keppres nya dapat keluar segera, malam tadi kita sudah finalisasi mengenai angka-angka dan rumus formulanya. Sehingga dengan demikian waste to energy akan jalan, akan ada 10 kota, dan 15 tempat, BPPT dapat terlibat di sana,” imbuhnya.
Kemudian, lanjut Menko Luhut, terkait proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek), BPPT akan dilibatkan dalam semua pekerjaan yang membutuhkan teknologi. Semisal untuk penerapan teknologi LRT tanpa pengemudi yang direncanakan menggunakan jasa beberapa konsultan asing, di antaranya Bombardier dari Kanada dan Hyundai dari Korea.
“Namun yang jelas, kita tidak mau lagi hanya jadi market dari teknologi luar. Bahwa memang kita dapat dari mereka dulu, lalu kita belajar kemudian kita sempurnakan, dan itu kita serahkan kepada BPPT” tegasnya.
Untuk teknologi guna meningkatkan produksi garam nasional, Menko Luhut juga menginginkan BPPT yang berperan.
“Kita libatkan BPPT dalam teknologi garam, karena saya ingin BPPT saja menerapkan teknologinya yang sekarang sedang dijalankan,” jelasnya.
Sebagai penutup, Menko Luhut menghimbau kepada seluruh unsur di BPPT agar dapat memfokuskan diri di bidang teknologi. Menko Luhut pun mengatakan, bahwa Ia akan membantu dan terus mendukung BPPT dengan kewenangan yang dimilikinya.
Baca Juga: Diisukan Mau Duet dengan Hendropriyono, Luhut: Fitnah yang Keji
“Jadi saya titip pada Saudara-Saudara sekalian, mari BPPT harus memfokuskan diri, dan saya akan mendukung dengan segenap kemampuan saya untuk membuat Indonesia lebih baik dan BPPT lebih hebat,” pungkas Menko Luhut.
Tag
Berita Terkait
-
Pemerintah Siapkan Digitalisasi Bansos, Sistem Dibuat Oleh Luhut Binsar Pandjaitan
-
Ditanya Soal Peluang Periksa Luhut dalam Kasus Whoosh, Begini Respons KPK
-
Utang Kereta Cepat Whoosh Direstrukturisasi
-
Pastikan Serapan Anggaran MBG Membaik, Luhut: Menkeu Tak Perlu Ambil Anggaran yang Tak Terserap
-
Heran Pembangunan LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai Belum Juga Rampung, PSI: Bikin Macet
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto