- Pemerintah melalui Menteri Sosial menyiapkan digitalisasi bansos yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan demi akurasi dan transparansi penyaluran.
- Sistem digital baru akan mengandalkan teknologi sepenuhnya untuk menghindari tatap muka dalam pendataan dan penyaluran bantuan sosial.
- Kemensos mendorong partisipasi publik dalam perbaikan data penerima melalui aplikasi Cek Bansos dan layanan pengaduan lainnya.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan sistem digitalisasi bansos agar penyaluran semakin akurat dan transparan.
Proses pembuatan sistem digitalisasi tersebut dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan.
"Kita sudah mengikuti satu proses digitalisasi Bansos yang dibuat oleh Pak Luhut. Di mana kementerian sosial menjadi salah satu anggotanya," kata Gus Ipul di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, sistem digital tersebut disiapkan untuk memperbaiki proses pendataan dan penyaluran bansos agar lebih akurat dan transparan.
Jika sistem sudah berjalan secara mapan, seluruh proses akan mengandalkan teknologi.
Menurut Gus Ipul, penggunaan teknologi menjadi kunci untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan sosial.
Ia optimistis, sistem digital akan meminimalkan kesalahan data dan meningkatkan akurasi penerima manfaat.
"Nanti proses pengumpulan data dan penyaluran Bansos itu sepenuhnya akan menggunakan teknologi dengan begitu menghindari orang ketemu orang. Kalau sudah begitu, insya Allah ke depan data dan penyaluran kita akan akurat," ucapnya.
Gus Ipul juga menegaskan pemerintah tidak menutup diri terhadap koreksi data di lapangan.
Baca Juga: Tinjau Korban Banjir di Banjar Kalsel, Mensos Janjikan Huntara hingga Jaminan Hidup
Sepanjang tahun ini, Kementerian Sosial telah mengalihkan lebih dari 3 juta penerima bansos kepada masyarakat yang dinilai lebih memenuhi kriteria. Selain itu, lebih dari 11 juta penerima manfaat PBI juga dialihkan kepada pihak yang lebih berhak.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam perbaikan data penerima bansos.
Salah satunya melalui aplikasi Cek Bansos yang menyediakan fitur usul sanggah dengan melampirkan bukti pendukung.
"Kalau misalnya tidak bisa menggunakan aplikasi, silakan menghubungi Komen Center Kementerian Sosial yang beroperasi 24 jam 0211211. Ini adalah menjadi penting bagi kami untuk memperoleh sebanyak mungkin informasi tentang kondisi keluarga penerima manfaat," ujarnya.
Selain itu, Kementerian Sosial juga tengah membangun layanan pengaduan melalui nomor WhatsApp yang saat ini masih dalam proses dan dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin).
Gus Ipul menambahkan, Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga lebih terbuka dalam proses perbaikan data bansos, seiring dengan penguatan sistem digitalisasi yang sedang dikembangkan.
Berita Terkait
-
Mensos Pastikan Dapur Umum di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tetap Beroperasi Selama Tanggap Darurat
-
Bansos BSU Cair Januari 2026? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Ini Kata Pemprov DKI soal Usulan Pencabutan Bansos Keluarga Pelaku Tawuran
-
Tinjau Korban Banjir Kalsel, Mensos Pastikan Skema Bantuan Sama Seperti di Sumatra
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
WNI di Meksiko Aman, Kemlu Minta Jaga Komunikasi dengan KBRI
-
Ribuan Orang Sudah Manfaatkan Program Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta, Ini Syaratnya!
-
Bantuan Untuk Korban Bencana Sumatra Masih Berlanjut, Total Kemensos Telah Gelontorkan Rp 2,56 T
-
Menangguk Cuan di Musim Lebaran, Cerita Pekerja Proyek 'Banting Stir' Jadi Juragan Parsel di Cikini
-
Main Hujan Berujung Pilu, Bocah di Selong Hilang Terseret Arus Drainase di Dekat Sekolah
-
Kubu Gus Yaqut Persoalkan Kerugian Keuangan Negara Belum Jelas dalam Kasus Kuota Haji
-
Tabrakan Koridor 13, DPRD DKI Tak Terima Alasan Sopir Mengantuk: Direksi Transjakarta Akan Dipanggil
-
Viral Hobi Makan Gratis hingga Tipu Ojol, Wanita di Jakbar Kini Jadi Buruan Sudinsos!
-
6 Remaja Disergap Saat Mau Tawuran, Polisi Sita Senjata Tajam!
-
Pemukim Israel Bakar dan Corat-coret Masjid di Tepi Barat Saat Ramadan