Suara.com - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Bahlil Lahadalia mengimbau pengusaha di Papua agar tidak cepat puas bila ingin berkembang dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
"Anak Papua tidak lemah, hanya saja mau berubah sikap atau tidak. Kalau masih cepat puas, kita tidak bisa berkembang," ucapnya saat berada di Jayapura, Papua, Minggu (4/3/2016).
Dikatakan, dengan terus berkembangnya sistem digitalisasi yang juga berlaku di dunia usaha, para pengusaha dituntut untuk mengembangkan kualitas sumber manusianya dan mampu menjaga kepercayaan rekanan atau konsumen.
"Di era yang berbasis transparansi seperti sekarang, yang bisa menyelamatkan pengusaha adalah kualitas diri kita pribadi, tingkah laku, kinerja dan jaringan," kata dia.
Hanya masalah utama dunia usaha di Papua adalah persepsi anak muda yang cendrung ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Bahlil menekankan pentingnya upaya merubah pola pikir anak-anak muda yang berbasis kampus dan non kampus, untuk menjadikan enteurpreunership sebagai skala prioritas pilihan.
"Saya 2007 jadi Ketua Umum Hipmi Papua, saat itu jumlah pengusaha di Papua baru 0,35 persen dari jumlah penduduk. Dibandingkan dengan sekarang pertumbuhan dunia usahanya sudah 1,2 persen," katanya.
Walau ada perkembangan, namun ia menegaskan sebuah wilayah bila ingin ekonominya berkembang, minimal 2 persen dari penduduknya menjadi pengusaha.
Hal ini yang dipandang dia menjadi tugas dari semua pihak, terutama pemerintah daerah agar ke depan penciptaan wira usaha baru bisa menjadi program prioritas. (Antara)
Berita Terkait
-
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua
-
Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?
-
Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat
-
Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO
-
Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M
-
DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas
-
RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham
-
IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina
-
Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux
-
Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar